Beradab atau Biadab

By Cucu Sukmana

Cita-cita luhur Bangsa Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang makmur, kata lain bangsa beradab, berbudaya, dan bertatakrama dalam kehidupan sebagai warga negara dan bangsa yang berjiwa besar. Cita-cita tersebut dibangun oleh keihklasan leluhur pendiri Bangsa ini, dengan penuh semangat dan pengorbanan lahir  bathin. Leluhur kita mewariskan kepada penerusnya untuk mempertahankan, membangun  dan melestarikan cita-cita tersebut.

Mari kita lihat saudara-saudaraku apa yang sedang terjadi saat ini,  dengan memotret diri kita, keluarga, lingkungan, masyarakat dan bangsa ini, terutama perihal pendidikan sebagai investasi hidup yang harus dijadikan filosofi, maka akan muncul beberapa pertanyaan pada diri kita dan orang lain, antara lain:

1.       Sudahkah pendidikan kita menjiwai bangsa kita?

2.        Sudahkan pendidikan kita berpikir 50-100 tahun kedepan?

3.       Sudahkah pimpinan bangsa ini berpikir pendidikan yang seutuhnya?

4.       Sudahkan DPR melakukan control proses pendidikan yang baik?

5.       Sudah Departemen menjalankan regulasi  pendidikan dengan utuh? atau orientasi pada personal need? atau aktualisasi pada bangsa kita?

6.       Sudahkan Pemimpin di daerah berfikir tentang pendidikan?

7.       Sudahkah mewujudkan sekolah yang layak untuk belajar secara menyeluruh dari Sabang sampai Merauke?

8.       Sudahkan  Guru, Dosen, Instruktur mengajar dan mendidikan dengan baik dan terpenuhi target seluruh masyarakat bangsa ini dengan cerdas ?

9.       Sudahkan Siswa, Mahasiswa belajar dengan baik? atau mengejar nilai saja tanpa memperhatihan keilmuan dan keahlian serta kejujuran?

10.   Sudahkan masyrakat kita berpikir pendidikan adalah investasi masa depan untuk kehidupan.

Pertanyaan tadi mari kita renungkan, jiwai, pikirkan serta lakukan apa yang bisa kita  lakukan.

Bangsa kita bangsa yang besar, mohon dijawab dalam hati kita, kalau bangsa kita besar tahukah anda berapa jumlah sekolah?, berapa jumlah siswa?, berapa jumlah guru? berapa jumlah perguruan tinggi, berapa jumlah Mahasiswa?, berapa jumlah dosen?, berapa jumlah usia penduduk sekolah?, berapa jumlah siswa yang tidak menginjak bangku sekolah?, berapa jumlah siswa putus sekolah?, berapa masyarakat kita yang  tidak bisa baca, tulis dan hitung?, berapa sekolah yang kondisi baik?, berapa sekolah yang rusak ringan atau berat?, berapa anggaran untuk pendidikan?, berapa biaya pendidikan yang paling murah atau sudah gratis?, sejauhmana kesiapan kita dalam daya saing secara regional?

Pertanyaan diatas harus dibuktikan dengan data yang akurat serta ukuran yang terukur.  karena tanpa itu mustahil pertanyaan diatas dapat terjawab.

Sangatlah biadab kalau masyarakat kita mau sekolah alias belajar alias ibadah dibatasi oleh beberapa faktor antara lain, ruang yang terbatas, jarak yang  jauh, biaya yang mahal atau tidak terjangkau.

Apakah bangsa kita seperti ini sekarang? kalau ya bagaimana 20-50 tahun kedepan nasib bangsa kita.

mari kita action, bangsa kita harus menjadi bangsa yang maju, berbudaya, beretika dan punya harga diri.

Siapkah Anda mengemban tugas mulya ini?

terima kasih

Cucu Sukmana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One Response to “Beradab atau Biadab”

  1. adnanpurwanto Says:

    Sebuah tugas berat, semoga kita bisa melaksanakannya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.