<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cucu Sukmana Weblog</title>
	<atom:link href="http://cucusukmana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cucusukmana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2009 09:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='cucusukmana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/106565640c9b43b3d42ab8c4b24624db?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cucu Sukmana Weblog</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Filsafat Ilmu</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/05/26/filsafat-ilmu/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/05/26/filsafat-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 09:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[
 Bagimana benang merah antera pilar ajaran ISLAM atau AGAMA ISLAM dengan FILSAFAT ILMU?

Sebagaimana dimaklumi bahwa fokos kajian dalam studi program manajemen dari sekian banyak mata kuliah yang harus diperoleh diantaranya terdapat mata kuliah FILSAFAT. Sebelum menjelaskan bagaimana hubungan benang merah antaera pilar ajaran isalam atau agama yang kami anut yaitu islam dengan filsafat ilmu, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=26&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol>
<li><strong> </strong><strong>Bagimana benang merah antera pilar ajaran ISLAM atau AGAMA ISLAM dengan FILSAFAT ILMU?</strong></li>
</ol>
<p>Sebagaimana dimaklumi bahwa fokos kajian dalam studi program manajemen dari sekian banyak mata kuliah yang harus diperoleh diantaranya terdapat mata kuliah FILSAFAT. Sebelum menjelaskan bagaimana hubungan benang merah antaera pilar ajaran isalam atau agama yang kami anut yaitu islam dengan filsafat ilmu, maka pertama-tama kami ingin menjelaskan tentang apa persamaan antara agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat ilmu bertujuan sekurang-kurangnya berhubungan dengan hal yang sama yaitu tentang kebenaran, ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam semesta termasuk didalamhya tentang manusia, sedangkan filsafat dengan wataknya sendiri pula menghampiri kebenaran baik tentang alam maupun tentang manusia yang belum atau tidak terjawab oleh ilmu pengetahuan, karena diluar atau diatas jangkauannya termasuk tentang Tuhan. Sedangkan agama dengan keunikannya sendiri pula memberikan jawaban atas persoalan azasi yang dipertnyakan manusia baik tentang alam, tentang manusia, maupun tentang Tuhan. Untuk itu selanjutnya pengertian tentang:</p>
<p><strong>1 a. Agama adalah :</strong></p>
<ul>
<li>Perkataan agama secara etimologis berasal dari bahawa Sanskerta yang tersusun dari kata “a” berarti “tidak” dan “gam” berarti “pergi”. Dalam bentuk harfiah yang terapadu perkataan agama berarti “tidak pergi, tetap di tempat, langgeng abadi yang diwariskan secara terus menerus dari satu generasi kepada generasi lainnya” (Harun Nasution, 1985:9).</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Pada umumnya perkataan agama diartikan tidak kacau, yang secara analitis diuraikan dengan cara memisahkan kata demi kata yaitu “a” berarti “tidak” dan “gama” berarti “kacau”. Maksudnya orang yang memeluk agama dan mengamalkan ajaran-ajarannya dengan sungguh-sungguh, hidupnya tidak akan mengalami kekacauan.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Perkataan agama sering diungkapkan dengan lafal yang bervareasi, seperti ugama dan igama. Akan tetapi kedua istilah tersebut sudah jarangt digunakan kecuali di beberapa daerah, seperti di kepulauan Sumatara, terutama Sumatra bagian Utara dan di Negara Malaysia.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Orang  Barat mengindentikan agama dengan religi. Perkataan religi berasal dari bahasa Latin yang tersusun dari dua buah perkataan, yaitu “re” berarti “kembali” dan “ligere” berarti “terkait atau terikat”. Maksudnya adalah bahwa manusia dalam hidupnya tidak bebas menurut kemauannya sendiri, tetapi harus menurut ketentuan hukum, karena perlu adanya hukum yang mengikatnya.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Kemudian perkataan religie berkembang ke seluruh penujuru benua Eropa dengan lafal yang berbeda pula, seperti religie (Belanda), relegion dan religious (Inggris) dan sebagainya.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Perkataan agama dalam bahasa Arab ditransliterasikan dengan al-din. Dalam kamus al-Munjid, perkataan din memiliki arti harfiah yang cukup banyak, yaitu pahala, ketentuan, kekuasaan, peraturan dan perhitungan. Kemudian dalam kamus al-Muhith kata din diartikan dengan kekuasaan, kemenangan, kerajaan, kerendahan hati, kemuliaan, perjalanan, peribadatan dan paksaan.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Harun Nasution (1985 : 10) mendefinisikan agama sebagai berikut:</li>
</ul>
<ol>
<li>Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dipatuhi</li>
<li>Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang menguasai manusia</li>
<li>Mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada di luar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.</li>
<li>Kepercayaan pada suatu kekuatan gaib yang menimbulkan cara hidup tertentu</li>
<li>Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari suatu kekuatan gaib.</li>
<li>Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber pada suatu kekuatan gaib</li>
<li>Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah dan pasaan takut terhadap kekuatan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia</li>
<li>Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul </li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>b. Ilmu adalah :</strong></p>
<ul>
<li>Ilmu dalam bahasa Inggris:<em> Science</em>; dari bahasa Latin: <em>Scientia </em>(pengetahuan),<em> Scire </em>(mengetahui). Sinonim yang paling akurat dalam bahasa Yunani adalah <em>episteme. </em>Kata ilmu secara umum menandakan suatu pengetahuan tertentu. Dalam arti sempit, pengetahuan bersifat pasti.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Berbeda dengan pengetahuan, ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri; sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke objek (atau alam objek) yang sama dan saling berkaitan secara logis. Karena itu, koherensi sistematik adalah hakikat ilmu.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan, sebab ilmu dapat memuat di dalam dirinya sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang belum sepenuhnya dimantapkan.      <strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Di lain pihak sering kali berkaitan dengan konsep ilmu (pengetahuan ilmiah) adalah ide bahwa metode-metode yang berhasil dan hasil-hasil yang terbukti pada dasarnya harus terbuka kepada semua pencari ilmu. Kendati demikian, rupanya baik untuk tidak memasukkan persyaratan ini dalam definisi ilmu, karena objektivitas ilmu dan kesamaan hakiki daya persyaratan ini pada umumnya terjamin.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ciri hakiki lainnya dari ilmu adalah metodelogi, sebab kaitan logis yang dicari ilmu tidak dicapai dengan penggabungan  tidak teratur dan tidak terarah dari bnyak pengamatan dan ide yang terpisah-pisah. Sebaliknya ilmu menurut pengamatan dan berpikir metodis dan tertata rapih.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ilmu dalam bahasa Arab adalah juga ‘<em>ilmu </em>artinya pengetahuan yang diperoleh secara metodologis sistematis. Dalam bahawa Inggrisnya disebut <em>science. ‘Ilmu </em>berbeda dengan <em>ma’rifah </em>atau <em>‘arafah</em> yang artinya pengetahuan (hanya sekedar tahu), dalam  bahasa Inggrisnya adalah <em>knowledge.</em><strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Imam Syafi<strong>’</strong>i mengartikan ilmu adalah cahaya atau sinar. Dengan ilmu, orang dapat mengetahui segala sesuatu. Begitu juga seseorang dapat mengetahui segala sesuatu jika terdapat di dalamnya atau di sekelilingnya cahaya yang menyinarinya.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>c. Filsafat adalah :</strong></p>
<ul>
<li>Filsafat dalam bahasa Inggris: <em>phylosopy; </em>Yunani: <em>phylosophia, </em> arti keduanya: cinta akan kebijaksanaan. Dalam bahawa Yunani kata <em>phylosophia </em>merupakan kata majemuk yang terdiri atas <em>philos </em>(cinta), atau <em>philia </em>(persabahatan, tertarik kepada), dan <em>sophos </em>(kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Beberapa pengertian filsafat, seperti yang digunakan oleh para filusuf adalah:<strong> </strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik dan lengkap   tentang seluruh realitas.</li>
<li>Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar serta nyata.</li>
<li>Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan Sumbernya, hakikatnya, keabsahannya, dan nilainya.</li>
<li>Penyelidikan kritis atas pengadaian-pengadaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan.</li>
<li>Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu anda “melihat” apa yang anda katakan dan untuk mengatakan apa yang ada “lihat” (Lorens Bagus, 1996:  242)</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Poedjawijatna (1974: 11) mengartikan filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Hasbullah Bakry (1971: 11) mengartikan bahwa filsafat adalah sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharunya setelah mencapai pengetahuan itu.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Plato menyatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli. Aris toteles  mengartikan filsafat adalah pengetahuan yang meliputi kebenaran yang tergabung di dalamnya metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik dan estetika. Al-farabi mengertikan filsafat adalah pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakikatnya yang sebenarnya (Ahmad Tafsir, 2000: 10)<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p>Apabila kita perhatikan titik persamaannya, baik ilmu, maupun filsafat maupun agama bertujuan (sekurang-kurangnya berurusan dengan hal yang sama) yaitu <em>kebenaran.</em> Ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam (dan termasuk di dalamnya) manusia. Filsafat dengan wataknya sendiri pula menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun tentang manusia yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu karena di luar atau di atas jangkauannya), ataupun tentang Tuhan. Agama dengan karekteristiknya sendiri pula memberikan jawaban atas persoalan asasi (!) yang dipertanyakan manusia, baik tentang alam, maupun tentang manusia, ataupun tentatang Tuhan. Sedangkan titik perbedaanya adalah : baik ilmu ataupun filsafat, kedunya hasil dari sumber yang sama, yaitu <em>ra’yu </em>(akal, budi, dan rasio) manusia. Sedangkan agama bersumber dari wahyu Allah. Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan jalan penyelidikan (riset), pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen). Sebagai batu ujian. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menualangkan (mengembara atau mengelanakan) akan budi secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluduh) serta universal (mengalam), tidak merasa terikat oleh ikatan apapun kecuali oleh ikatan tangannya sendiri bernama logika. Manusia mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan (mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau kepada kitab suci, kodifikasi, firman ilahi untuk manusia diatas planet bumi ini. Kebenaran ilmu dan filsafat sifatnya relatif (nisbi), sedangkan kebenaran agama sifatnya absolut (mutlak), karena wahyu diturunkan oleh Dzat Yang Maha Benar, Maha Mutlak, dan Maha Sempurna, yaitu Allah SWT. Baik ilmu ataupun filsafat kedua-duanya dimulai dengan sikap sangsi atau tidak percaya. Sedangkan agama dimulai dari sikap percaya atau iman.</p>
<p>Filsafat Ilmu</p>
<p>Beberpa pengertian tentang filsafat ilmu :</p>
<ol>
<li>Robert Ackermann: Filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang setelah dibuktikan.</li>
<li>Lewis White Back: Filsafat ilmu itu dalam mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.</li>
<li>Cornelius Benjamin: Filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang menelaah secara sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan praanggapan-pranggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetahuan intelektual.</li>
<li>May Brodbeck: Filsafat ilmu itu  sebagai analisis yang netral secara etis da falsafati, pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmi.</li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Keempat definisi tersebut memperlihatkan ruang lingkup atau cakupan yang dibahas di dalam filsafat ilmu, meliputi antara lain: (1) komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu; (2) sifat dasar ilmu pengetahuan; (3) metode ilmiah; (4) praanggapan-praanggapan ilmiah; sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Diantaranya faktor-faktor itu, yang banyak dibicarakan terutama adalah sejarah perkembangan ilmu, metode ilmiah, dan sikiap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan.</p>
<p> </p>
<p>v    Maka persepsi kami sebagai seorang yang beragama Islam dalam menyikapi kebenaran tersebut dalam kaitannya dengan persamaan dan perbedaan telah diyakini bahwa kebenaran yang mutlak tanpa diragukan lagi dan ainal yakin adalah kebenaran yang datang dari agama Isalam sebagaimana dalam Qs. Al-Imron 60, bahwa kebenaran itu datang dari Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang ragu-ragu. Sehingga apabila dipadukan ayat-ayat kauniah (semesta alam) bernar-benar terbukti seperti penjelasan tentang penciptaan langit dan bumi, tentang pergantian siang dan malam adalah merupakan keterangan bagi orang-orang yang berfikir, Qs. Al-Imron.190. Kebenaran yang datang dari ilmu dan filsafat, dan filsafat ilmu yang merupakan cabang pengetahuan filsafat yang menelaah secar sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metodenya, konsep-konsepnya dan peranggapan-peranggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang pengetathuan intelektual dimana ketiganya berasal dari hasil <em>ra’yu </em>(akal, budi, dan rasio) manusia yang sangat terbatas, karena ilmu yang diberikan Allah kepada umat manusia sangat sedikit sekali dan menjadi sunatulah, sebagai anugrah dan kenikmatan yang diberikan oleh yang Maha menciptakan alam semesta ini termasuk manusia didalamnya. Oleh karena itu akal pikiran manusai dalam mencari kebenaran baik dengan ilmu maupun dengan filsafat harus dipandu oleh nakli Allah (agama), sehingga dalam mencari kebenaran apapun yang dikehendaki manusia tidak akan tersesat dari jalan kebenaran.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Sebagaiman disiplin ilmu yang akan menjadi fokus kajian yang dikaitkan dengan penelitian yang akan dijadikan sebuah disertai maka perlu mengetahui kajian dalam dunia filsafah ilmu sebagai pisau analisisnya yang terdiri dari Ontologi, Estimologi, dan Aksiologi. Dimana ketiga hal tersebut saling memiliki keterkaitan dan keterikatan dan keterbatasan. Fungsi dan tugas pokok filsafat ilmu antara lain adalah mengembangkan ilmu, memberikan landasan filosofik untuk memahami berbagai konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu maupun membekali kemampuan membangun teri ilmiah. Subtansi kajian filsafat ilmu adalah antara lain mengenai kenyataan, kebenaran, tingkat kepastian atau konfirmasi, dan logika inferensi. Ontologi adalah objek apa yang dikaji sebagai akar ilmu, Epistimologi bagaimana cara mengkaji objek tersebut sebagai pondasi keilmuan dalam mencari kebenaran objek dari suatu disiplin ilmu (bagaimana cara memperoleh ilmu) yang akan melahirkan metodologi penelitian, Aksiologi bagaimana menggunakan hasil kajian tersebut. Selanjutnya untuk lebih memahami secara lebih   mendalam dari ketiga hal tersebut perlu mengetahui pengertianya adalah sebagai berikut:</p>
<p> </p>
<p><strong>ONTOLOGI</strong></p>
<ul>
<li>Ontologi dalam bahasa Latin adalah <em>ontologia,</em> artinya sesuatu yang betul-betul ada. Dalam bahasa Yunani <em>ont, ontos, </em>artinya ada, atau keberadaan, <em>logos</em> artinya studi atau ilmu tentang. Menjadi <em>ontologos, </em>artinya kajian tentang hakikat yang ada, atau teori ilmu pengetahuan yang mengungkapkan tentang hakikat segala sesuatu yang ada.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Cabang filsafah yang menggeluti tata dan struktur realitas dalam arti seluas mengkin yang menggunakan ketegori-ketgori seperti: ada/menjadi, aktualitas/potensialitas, nyata/tampak, perubahan, waktu, eksitensi/noneksistensi, esensi, keniscayaan, yang ada sebagai yang ada, ketergantungan pada diri sendiri, hal mencakupi diri sendiri, hal-hal terakhir, dasar.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Cabang filsafat yang mencoba: a) melukiskan hakikat ada yang terakhir (Yang Satu, Yang Absolut, Bentuk Abadi Sempurna); b) menjunjukkan bahwa segala sesuatu tergantung padanya bagi eksistensinya; c) menghubungkan pikiran dan tindak manusia yang bersifat individual dan hidup dalam sejarah dengan realitas tertentu.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ontologi digunakan sebagai sinonim untuk metafisika, atau telah dianggap sebagi cagang dari metafisika. Tapi ia juga dapat dilihat lebih dekat pada cabang-cabang filsafat lain, seperti epistimologi, analisis filosofis dan semantik. Kemiripannya  dengan teologi juga nyata, yang disebut oleh Aristoteles sebagai sebagai filsafat pertama (Kamus Filsafat Tim Penulis Rosda, 1995: 234-235).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Clauberg menyebut <em>ontologi</em> sebagi ilmu pertama, studi tentang yang ada sejauh ada. Studi ini dianggap berlaku untuk semua entitas, termasuk Allah, dan semua ciptaan-Nya, dan mendasari baik teologi maupun fisika. Studi ini mencakup atribut-atribut yang ada, amupun juga analisis sebab, tatanan, relasi, kebenaran, dan kesempurnaan.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Wolff mendefinisikan ontologi sebagai ilmu tentang yang ada pada umumnya, dan menggunakan “filsafat pertama” sebagai sinonimnya. Metodenya deduktif, dan tujuannya adalah terciptanya suatu sistem kebenaran yang niscaya dan pasti. Prinsip nonkontradikasi, dan prinsip tiada jalan tengah merupakan alatnya.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Husserl membedakan ontologi formal dari ontologi material. Keduanya berurusan dengan analisis esensi-esensi. Ontologi formal berurusan dengan esensi formal atau universal. Dan merupakan basis terdaslam dan terakhir dari semua ilmu. Ontologi material, yang menggeluti esensi-esensi material atau regional, yang merupakan basis dari semua ilmu faktul (Lorens Bagus, 1996: 746-749).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ontologi kuantitatif, ontologi kualitatif, dan ontologi monistik. Ontologi kuantitatif mempertanyakan apakan “kenyataan itu tunggal atau jamak?” ontologi kualitatif mempertanyakan “dalam babak terakhir apakah yang merupakan jenis kenyataan itu?” Ontolgi ministik membicarakan bahwa kenyataan itu tunggal adanya, dan seluruh keanekaragaman, perbedaan serta perubahan, bersifat semu belaka. Dewasa ini sistem monostik itu tidaklah umum dianut orang, karena justru perbedaanlah yang merupakan katagori dasar segenap kenyataan yang ada yang tidak dapat disangkal lagi kebenarannya. Tanpa ada juga yang berpendirian bahwa pada dasarnya segala sesuatu sama hakikatnya. (Louis O. Kattsoff, 1992: 192-193).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>EPISTIMOLOGI</strong></p>
<ul>
<li>Epistimologi pada intinya membicarakan tentang sumber pengetahuan dan bagaimana cara memperoleh pengetahuan. Berasal dari kata Yunani yaitu <em>episteme,</em> artinya pengetahuan atau ilmu pengetahuan, dan <em>logos </em>artinya  juga pengetahuan atau informasi. Jadi dapat dikatakan <em>epistimologi </em> artinya pengetahuan tentang pengetahuan. Ataudakalanya disebut “teori pengetahuan”, dan adakalanya disebut filsafat pengetahuan (Loren Bagus, 1996: 212).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Dalam Kamus Filsafat yang ditulis oleh Tim Penulis Rosda, mengungkapkan bahwa <em>epistimologi </em>mengandung arti adalah kajian tentang (1) asal-ususl; (2) anggapan dasar; (3) tabiat; (4) rentang, dan (5) kecermatan (kebenaran, keterandalan, keabsahan) pengetahuan. Adalah cabang filsafat yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah  pengetahuan itu ? Dari manakah datangnya pengetahuan? Begaimana ia dirumuskan, diekspresikan, dan dikomunikasikan? (1995: 96).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Ada beberapa aliran yang berbicara tentang <em>epistimologi, </em>di antaranya dan yang paling populer serta mengalami perdebatan sengit yang terus menerus adalah <em>empirisme </em>dan <em>rasionalisme.</em><strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><em>Empirisme. </em>Menurut aliran ini bahwa manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman indranya. Bapak aliran ini adalah John Lock (1632-1704) dengan teorinya <em>tabula</em> <em>rasa</em> yang artinya secara bahasa adalah meja lilin. Kelemahan aliran ini sangat banyak: (1) Indra terbatas: Benda yang jauh kelihatan kecil; (2) Indra menipu: Orang yang sedang sakit malaria, gula rasanya pahit; (3) Terkadang objek yang menipu, seperti illusi dan patamorgana; (4) Kekurangan terdapat pada indra dan objek sekaligus: Indra (dalam hal ini mata) tidak bisa melihat seekor kerbau secara keseluruhan. Begitu juga kerbau tidak bisa memperlihatkan badannya secara keseluruhan.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><em>Rasionalilsme.</em><strong> </strong>Secara singkat aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar hanya dapat diperoleh dan diukur dengan akal. Manusia, menurut aliran ini memperoleh pengetahuan melalui kegiatan akan menangkap objek. Bapak aliran ini (biasanya) orang mengatakan adalah Rene Descartes (1596-1650), meskipun paham ini jauh sudah ada jauh sebelumnya (pada masa Yunani Kuno). Bagi aliran ini, kekeliruan pada aliran empirisem yang disebabkan kelemahan oleh alat indra tadi, dapat dikoreksi seandainya akal digunakan. Kendatipun demikian aliran ini tidak mengingkari kegunaan alat indra dalam memperoleh pengetahuan. Pengalaman indra diperlukan untuk merangsang akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabakan akal dapat bekerja. Laporan indra merupakan bahan yang menyebabkan akan dapat bekerja. Laporan indra merupakan bahan yang belum jelas dan kacau. Kemudian bahan tadi dipertimbangkan oleh akan dalam pengalamanya berpikir. Selain yang dua aliran tadi, kemudian ada satu aliran lagi yang sama-sama populer. Ahmad Tafsir dan Endang Saefuddin Anshari menyebutnya <em>Intuisionisme.</em><strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Empirisme umumnya dapat diidentikan dengan terori korespondensi (tentang kebenaran), dan rasionalise dengan teori koherensi (tentang kebenaran). Menurut teori korespondensi bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar bila berkorespondensi (sepadan) dengan dunia (kenyataan); dan ide-ide berkorelasi dengan kenyataan melalui persepsi-persepsi yang kita terima dari luar. Oleh karena itu, kaum rasionalisme diharapkan menanggapi bahwa kelemahan yang ditemukan oleh teori empirisme dalam perkiraan, dapat dibangun oleh padanan-padanan (korespondensi). Akan tetapi, kaum rasionalis yang menerima teori kohorensi tetap bertahan tidak menekankan korespondensi (padanan), melainkan kriteria logis dalam mengevakuasi sebuah teori. (Bagus: 213).<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Dalam hal ini Alquran memberikan petunjuk (solusi) berupa metode praktis tentang cara-cara memperolah ilmu, yakni melalui metode ilmiah yang realistis, dan jauh dari perdebatan  teoritis dan hipotesis. Hal ini bertujuan demi kebaikan umat manusai dan menjauhkannya dari kekeliruan-kekeliruan.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Metode tersebut ditopang oleh dua faktor yang kuat. Pertama, dengan menggunakan dan memanfaatkan pengalaman orang lain, baik dari kalangan generasi dulu maupun kini. Kedua, menggunakan akal dan pengalaman kita dalam upaya mencari kebenaran agar kita mendapat petunjuk yang orang lain tidak mendapatkannya. Dalam Alquran, faktor pertama melalui pendengaran, atau disebut juga pewarisan pengalaman, dan faktor kedua dengan akan atau pemikiran logis. Sesuai dengan Firman Allah:<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang ia menyaksikannya </em>(QS. Qaf: 37).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>AKSIOLOGI</strong></p>
<ul>
<li>Louis O. Kattsoff (1992: 327) mendefinisian aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki tentang hakikat segala sesuatu. Di dunia ini terdapat banyak pengetahuan yang bersangkutan dengan masalah nilai yang khusus, seperti ekonomi, estetika, etika, filsafat agama dan epistimologi. Estetika berhubungan dengan masalah keindahan, etika berhubungan dengan masalah kebaikan, dan epistimologi berhubungan dengan masalah kebenaran.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Permasalahan tentang “hakikat nilai” dapat dijawab dengan tiga macam cara; orang dapat mengatakan bahwa: (1) nilai sepenuhnya berhakikat subjektif. Ditinjau dari sudut pandang ini, nilai merupakan reaksi-reaksi yang diberikan oleh manusia sebagai pelaku dan keberadaanya  tergantung pada pengalaman-pengalamanan mereka. Yang deminian ini dapat dinamakan “subjektivitas”. Atau dapat pula orang  mengatakan (2) nilai-nilai merupakan kenyataan-kenyataan ditinjau dari segi ontologi, namun tidak terdapat dalam ruang dan waktu. Nilai tersebut merupakan esensi-esensi logis dan dapat diketahui melalui akal. Pendirian ini dinamakan  “objektivisme logis”. Akhirnya orang dapat mengatakan bahwa (3) nilai-nilai merupakan unsur objektif yang menyususn kenyataan. Yang demikian ini disebut “objektivisme metafisik”. (Kattsoff, 1992: 327 dan Bagus, 1996: 33-34).</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Aksiologi merupakan analisis nilai-nilai. Maksud dari analisis tersebut adalah membatasi arti, ciri-ciri, asal, tipe, kriteria, dan status epistimologi dari nilai-nilai itu (Kamus Filsafat Tim Penulis Rosda, 1995: 30). Atau aksiologi berarti kajian terori umum yang menyangkut dengan nilai, atau suatu kajian yang menyangkut segala sesuatu yang bernilai (Bagus, 1996: 33).</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Secara sederhana aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tantang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri  ( Ali Abdul Azhim, 1989: 268). Dalam hal ini telah terjadi perdebatan panjang antara para filusuf tentang tujuan ilmu pengetahuan. Sebagian berpendapat bahwa pengetahuan sendiri merupakan tujuan pokok bagi yang menekuninya, dan mereka menyatakan bahwa “ilmu pengetahuan untuk ilmu pengetahuan”, sebagaimana mereka katakan “seni untuk seni”. Sebagian berpendapat bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah upaya para penelitian menjadikan alat atau jalan untuk menambah kesenangan hidup di dunia ini. Sebagian lagi menyatkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan alat untuk meningkatkan kebudayaan dan kemajuan bagi umat manusia secara keseluruhan. Adapun dalam Islam bahwa ilmu pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi dari sekedar tujuan ilmu pengetahun itu sendiri. Karena dibalik kehidupan materi ini ada lagi kehidupan yang mereka lalaikan, yakni kehidupan akhirat (QS  Ruum: 6-7), maka tujuan ilmu pengetahuan dalam Islam adalah untuk menggapai Ridlo Allah SWT dalam meraih kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.</li>
</ul>
<p><strong>Jadi hubungan benang merah antara pilar ajaran islam atau agama islam yang kami anut dan kami yakini dengan filsafat ilmu sangat erat hubungannya dan menjadi landasan atau pedoman atau payung akal pikiran dalam menggali dan mengembangkan seluruh disiplin ilmu mau kemana diarahkan harus berdasarkan tuntunan agama yang hak yaitu dinul islam. </strong>Kaitan dari ketiga kajian tersebut jika dihubungkan dengan kajian agama Islam dimana ontologi sebagai objek apa yang dikaji (akar ilmu) adalah  sebagai teori ilmu pengetahuan yang mengungkapkan tentang hakikat segala sesuatu yang ada harus berdasarkan pada observasi yang benar yaitu observasi yang dituntun oleh Allah sendiri yang berdasarkan pada wahyu-wahyunya sebagaimana telah diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w inilah ontologi baru bagi Sains yang disebut Sains Tauhidulloh yaitu sains dimana “Naqliah memandu Aqliah” suatu sains yang tidak lagi menimbulkan kerusakan-kerusakan dimuka bumi inilah sains yang berupa “Rahmatan Lil Alamin”. Demikian juga Epistimologi adalah bagaimana cara mengkaji objek yang pada dasarnya adalah ilmu yang membicarakan tentang sumber pengetahuan dan bagaimana cara memperoleh pengetahuan atau dengan kata lain Episitimologi adalah pengetahuan tentang pengetahuan atau teori tentang pengetahuan. Sebagaimana sumber-sumber dari Al-Quran dan Hadist Rosul itu merupakan epistimologi yaitu ilmu pengetahuan atau langkah-langkah dan cara-cara memperoleh ilmu pengetahuan yang telah digariskan oleh Al-Quran. Epistimologi ilmu perpektif ini bahwa ilmu pengetahuan diperoleh dengan menggunakan alat indra, akal, mata hati dan taufik  dan hidayah dari Allah. Sebenarnya epistimologi ilmu persepektif Al-Quran merupakan silmutan secara intergratif dari aliran-alilran epistimologia yang terdapat dalam filsafat yaitu empirisme, rasionalilsme, dan intuisme. Sedangkan aksiologi adalah bagaimana menggunakan hasil kajian dari objek yang dikaji, yaitu ilmu pengetahuan yang menyelidiki tentang hakikat segala sesuatu dialam semesta jagat raya ini jug didasarkan pada koridor-koridor yang benar dan lurus yaitu wahyu yang memandu fitrah aqli manusia, oleh karena itu ketiga istilah tersebut jika dihubungkan dengan keyakinan agama adalah benar, ketiganya saling memiliki keterkaitan dan keterikatan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Dimana sumber-sumber wahyu dari Al-Quran dan sunah Rosul benar-benar merupakan epistimologi yang hakiki yang terhindar dari kesalahan karena datang dari yang maha pencipa. Yang merupakan Naqliah yang dapat memandu Aqliah ketika mencari kebenaran tidak lewat ilmu pengetahuan dan filsafah ilmu hasil ro’yu manusia yang semata yang sedikit dan terbatas. Maka apabila melakukan aksiologi adalah bagaimana menggunakan hasil kajian yaitu pengetahuan yang menyelidiki tentang segala sesuatu yang ada dengan berpedoman kepada teori pengetahuan (epistimologi) yang bersumber dari Quran dan sunah Rosul maka akan mendapatkan hasil kajian ilmu yang berupa rahmatan lil alamin. Tujuan mencari kebenaran dengan ilmu Allah yaitu ilmu pengetahuan dalam Isalam adalah untuk mendapatkan ridho Allah SWT dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan meraih kebahgian duniawi semata.</p>
<p> </p>
<ol>
<li><strong>Filsafat ilmu memililki peran yang signifikan terhadap      perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu menjadi is a tool of      how to loking for Science and knowledge development. </strong>Dalam membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan sosial dan      humaniora dalam sebuah penelitian harus dilakukan secara sistematik dengan      pendekatan filsafah ilmu sebagai alat pisau analisisnya. Sebelum      menjelaskan lebih lanjut filsafat ilmu sebagai pendekatan yang digunakan      dalam penelitian Science, maka kami akan menjelaskan dulu tentang hakekat      Science. Science tidak bertanya tentang apakah objek penelitian itu baik      atau buruk, science tidak bertanya tentang apakah objek penelitian itu      baik atau buruk, science atau ilmu pengetahuan sering dipandang sebagai      akumulasi pengetahuan yang sistematis. Science harus dapat memperluas dan      mengembangkan ilmu pengetahuan, akan tetapi hakekat Science yang utama      adalah bagaimana sebagai suatu metode pendekatan terhadap keseluruhan      dunia empiris, yakni dunia kenyataan yang dapat dikenal olah manusai      melalui pengalamnnya. Science tidak bertujaun untuk menemukan kebenaran      secara mutlak, bagi sience segala pengetahuan bersifat sementara atau      tentatif yang dapat berubah, bila ditemukan data baru, misalnya jika      ditemukannya dengan menggunakan alat baru. Science adalah suatu metode      analisis dan mengemukakan penemuannya dengan hati-hati dalam bentuk      “jika”, “maka”. Dengan science, teori memegang peran yang amant pentian,      teori merupakan hal yang pokok dan dasar bagi science. Peneliltian      merupakan suatu kegiatan pengkajian terhadap suatu permasalahan denga      menggunakan metode ilmiah. Hasilnya berupa pengetahuan ilmiah atau      teknologi yang digunakan  untuk      memecahkan masalah tersebut. Sedangkan evaluasi merupakan suatu kegiatan      yang bertujuan untuk mendaptakan informasi yang diperoleh melalui tata      cara tertentu berdasar pada metode berpikir ilmiah. Hasilnya adalah      pengetahuan ilmiah yang digunakan untuk pengambilan kebijakan terhadap hal      yang dipermasalahkan. Dengan demikian, kegiatan penelitian, pengembangan ,      dan evaluasi merupakan kegiatan ilmiah yang akan ditulis dalam bentuk dan      format penulisan ilmiah seperti buku, artikel dan lain-lain Filsapat ilmu      yang mrupakan cabang filsafat yang menelaah secara sistematis mengenai      sifat dasr ilmi, metodenya, konsep-konsepnya dan      peranggapan-peranggapannya, seta letaknya dalam kerangka umum dari cabang      pengetahuan intelektual berasal dari hasil ra’yu (akal, budi, dan rasio)      manusia yang sangat terbatas, karena ilmu yang diberikan Alah kepada umat      manusia sangat sedikit sekali dan menjadi sunatulah, sebagai anugerah dan      kenikmatan yang diberikan oleh yang mah menciptakan alam semesta ini      termasuk manusia didalamnya. Oleh karena itu akal pikiran manusai dalam      mencari kebenaran dalam memperluas dan mengembangkan ilmu pengetahuan      (baik ilmu social, fisika, ekonomi, hukum dll) dengan pendekatan filsafat      ilmu sebagai pisau analisis harus dipandu oleh nakli Allah (agama) sebagai      landasan Aksiomatika Ajaran agama islam karena sesungguhnya agama diisi      Allah adalah agama islam , sesungguhnya penciptaan langit dan bumi dan      pergantian siang dan malam itu merupakan keterangan bagi orang-orang yang      berpikir (Q,S.3 ayat 190) sehingga dalam mencari kebenaran apapun yang      dikehendaki manusia tidak akan tersesat dari jalan kebenaran.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Sebagaimana disiplin ilmu yang akan menjadi fakus kajian yang dikaitkan denga penellitian yang akan dijadikan sebuah disertasi maka perlu mengetahui kajian dalan dunia filsafat ilmu sebagai pisau analisinya yang terdiri dari Ontologi, Estimologi, dan Aksiologi . Dimana ketiga hal tersebut saling memiliki keterkaitan dan keterikatan dan keterbatasan. Fungsi dan tugas pokok filsafah ilmu antara lain adalah mengembangkan ilmu, memberikan landasan filosofik untuk memahami berbagai konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu, memberikan landasan filosofik untuk memahami berbagai konsep dan terori sesuatu disiplin ilmu maupun membekali kemampuan membangun teori ilmiah. Substansi kajian filsafat ilmu adalah antara lian mengenai kenyataan , kebgenaran, tingakt  kepastian atau konfirmasi, dan logika inferansi. Ontologi adalah objek apa yang dikaji sebagi akar ilmu dilandasi oleh landasan aksiomatika ajaran agama isalam , bagaimana semua mahluk yang ada dilangit dan bumi itu milik Allah dan semua itu harus diperlakukan secara adil dan objek yang diteliti termasuk ayat yang tercipta walaupun semua itu mengabdi pada manusia sebagai sunahtulah dalam hal ini alquran memberikan petunjuk (solusi) berupa metode praktis tentang cara –cara memperoleh ilmu, yakni melalui metode ilmiah yang realistis, dan jauh dari perdebatan teroritis dan hipotesis. Hal ini bertujuan demi kebaikan umat manusai dan menjauhkannya dari kekeliruan-kekliruan  sesuai dengan Firman Allah:</li>
</ul>
<p> </p>
<p><em>Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyaik akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang ia menyaksikannya </em>(QS. Qaf: 37).<em> </em></p>
<p> </p>
<ul>
<li>Epistimologi bagaimana cara mengkaji objek tersebut sebagai pondasi keilmuan dalam mencari kebenaran objek dari suatu disiplin ilmu (bagaimana cara memperoleh ilmu) pada tingkat ini konsepsi manusia seutuhnya harus berlandaskan atau dipandu oleh ayat-ayat  Allah dalam mikrokosmos yang akan melahirkan metodelogi penelitian dimana sebagai objek formal dan objek material  adalah ilmu sosial dan humaniora dan akan menghasilkan gran tiori –gran  tiori baru dalam  pengembangan dan perluasan ilmu yang terus berkembang dengan selalu mendapat bimbingan atau panduan dari nakli Allah, demikian juga dalam hal Aksiologi bagaimana menggunakan hasil kajian tersebut akan selalu diarahkan untuk kemaslahatan umat manusia dan lingkungannya seperti dalam pemanfaatan cabang-cabang ilmu pengetahuan social dan humaniora sesuai dengan ayat-ayat Allah yang tercipta yaitu ayat-ayat  Allah dalam makrokosmos. Maka dengan sistematika pendekatan yang digunakan  untuk membangun ilmu pengetahuan social dan humaniora dalam sebuah penelitian  dengan <em>filsafat ilmu yang tauhidullah</em>, Insya Allah akan menghasilkan ilmu-ilmu yang bermanfaat sesuai dengan tuntunan Nya dan tidak membuat kerusakan di muka bumi ini.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Fondasi keilmuan dalam mencari kebenaran objek dari suatu disiplin ilmu bagaimana cara memperolehnya ilmu tersebut digunakan metode penelitian baik metode penelitian  dengan menggunakan metode berpikir induktif dari hal  yang khusus menjadi hal yang umum dan deduktif atau deskriftif, meneliti dari hal-hal yang umum menjadi hal-hal  yang khusus atau kombinasi keduannya dalam menghasilkan   resultante kebenaran ilmu pengetahuan yang kesemua ini mulai dari pemahaman observasi, objek apa yang dikaji, bagaimana cara mengkaji objek serta bagaimana menggunakan hasil kajian dari objek tersebut harus berdasarkan tauhidullah, artinya semua kajian dari objek tersebut harus berdasarkan  wahyu ALLah. Tidak terbatas hasil pemikiran manusia yang terbatas, yang kemungkinannya memperoleh pengetahuan yang keliru, oleh karena itu baik otologi, epistimologi, mauipun aksiologi semuannya harus dipandu oleh nagliah (Nagliah harus memandu aqliah, tidak sebaliknya). Sehingga akan menghasilkan sumber ilmu yang benar-benar rahmatanlilalamin, bukan sumber ilmu yang membuat kerusakan di muka bumi. Sebagaimana contoh Sains Barat Sekuler (SBS) yang mengakibatkan kerusakan di muka bumi, contoh dijatuhkannya bom atom di jepang, pembunuhan predator dibidang pertanian (menciptakan ilmu pestisida). Dan yang lain lagi tren sekarang isu flu burung yang mendunia  yang menghantui masyarakat dunia  karena ulahnya negara-negara barat yang dipelopori oleh sekutu  Amerika untuk membuat miskin negara ketiga termasuk Indonesia supaya mengimpor vaksin (obat) ini adalah taktik dan strategi dalam menjual senjata biologis dengan pendekatan ekonomic animal untuk menggaruk keuntungan dari ketakutan bangsa-bangsa didunia dan ini perlu diwaspadai bagaimana ulah mereka dalam memenuhi nafsu hidonismenya tidak segan-segan membuat kerusakan dimuka bumi karena pada pasarnya mereka tidak beragama, bagaiman perang irak sampai sekarang  belum selesai karena mereka ingin menguasai minyaknya. Sehingga mereka tidak segan-segan membuat kerusakan didaratan dan lautan (kerusakan di muka bumi karena mereka  sains yng dikembangkan tidak  dipandu oleh nakli Allah dan kedepan harus mampu merubah  kepada sains tauhidullah, oleh karena itu penerapan filsafat ilmu sangat signifikan dalam mengembangkan dunia ilmu pengetahuan sampai akhir zaman.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=26&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/05/26/filsafat-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>System Safety and Software Reliability</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/system-safety-and-software-reliability/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/system-safety-and-software-reliability/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kegagalan sistem karena kesalahan eksekusi perangkat lunak yang terjadi pada beberapa kasus seperti roket ariane 5, BMW Airbag Control Unit, Pelayanan ambulans kota London menimbulkan motivasi:
a)	Mengapa harus memperhatikan terhadap keselamatan sistem
i)	Tidak ada barang atau suatu benda yang mempunyai tingkat kesalahan nol  Benda atau suatu objek  yang dirancang dan dibuat oleh manusia selalu mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=23&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kegagalan sistem karena kesalahan eksekusi perangkat lunak yang terjadi pada beberapa kasus seperti roket ariane 5, BMW Airbag Control Unit, Pelayanan ambulans kota London menimbulkan motivasi:</p>
<p>a)	Mengapa harus memperhatikan terhadap keselamatan sistem</p>
<p>i)	Tidak ada barang atau suatu benda yang mempunyai tingkat kesalahan nol  Benda atau suatu objek  yang dirancang dan dibuat oleh manusia selalu mempunyai kesalahan (sekecil apapun kesalahannya).</p>
<p>ii)	Manusia tidak lepas dari membuat kesalahan.  Manusia tidak akan pernah bisa lepas dari kesalahan, hal ini disebabkan oleh keterbatasan manusia dalam masalah kecepatan, ketelitian, kekonsistenan, daya tahan memproses, dan kemampuan mengingat.</p>
<p>iii)	Increasingly, software pervasive and embedded; failure is potentially catastrophic Menurut pandangan saya, kegagalan pada software ada yang terjadi setelah program dikompilasi (kesalahan tidak terdeteksi pada saat pengujian). Hal ini mengakibatkan developer mengganggap bahwa software yang dibuat sudah aman dan tidak menyadari bahwa kesalahan yang tidak nampak itu pada suatu kondisi akan mengakibatkan bencana atau kecelakaan. Contohnya pada kasus BMW seri 3, fasilitas airbag tiba-tiba mengembang sendiri pada suatu kondisi tertentu.</p>
<p> </p>
<p>b)	Kebutuhan untuk memahami derajat resiko</p>
<p>i)	Tingkat mutu, pengaturan toleransi target resiko</p>
<p>ii)	Tingkat mutu, meminimalkan kejadian dari kegagalan secara (perangkat lunak) secara sistematis.</p>
<p> </p>
<p>c)	Kebutuhan metoda untuk memaksimalkan keselamatan</p>
<p>i)	Kaidah manajemen, Proses dan standar-standar untuk perancangan.( Processes &amp; standards for design, management) Proses dan standar-standar:  Kegiatan jaminan kualitas (quality assurance) mendefinisikan kerangka kerja untuk mencapai kualitas perangkat lunak. Proses jaminan kualitas melibatkan definisi atau pemilihan standar yang harus diterapkan pada proses pengembangan perangkat lunak atau produk perangkat lunak. Standar ini dapat dicakup pada prosedur atau proses yang diterapkan pada saat pengembangan. Proses ini dapat didukung oleh alat bantu yang mencakup penegtahuan standar kualitas. Terdapat dua jenis standar  yaitu:</p>
<p>•	Standar produk. Merupakan standar yang berlaku bagi produk perangkat lunak yang dikembangkan. Standar ini mencakup standar dokumen sperti struktur dokumen persyaratan yang harus dibuat, standar dokumentasi seperti header komentar baku untuk kelas objek dan standar koding yang mendefinisikan bagaimana bahas pemrogrman harus digunakan.</p>
<p>•	Standar proses. Merupakan standar yang mendefinisikan proses yang harus diikuti pada saat pengembangan perangkat lunak. Standar ini mencakup definisi spesifikasi, proses perancangan dan validasi, dan deskripsi dokumen yang harus dihasilkan pada proses berjalan. Diharapkan dengan memperhatikan kedua standar di atas, developer akan menghasilkan suatu produk perangkat lunak berkualitas tinggi bagi pelanggan/pengguna.</p>
<p>ii)	Kaidah teknik, verifikasi dan validasi(Techniques, for verification &amp; validation) Dalam proses verifikasi dan validasi terdapat dua teknik pemeriksaan dan analisis yang dapat digunakan yaitu:</p>
<p>•	Inspeksi perangkat lunak, menganalisis dan memeriksa representasi sistem seperti dokumen persyaratan, diagram rancangan, dan kode sumber program.Inspeksi ini dapat diterapkan pada semua tahap proses. Inspeksi ini dapat dilengkapi dengan beberapa analisis otomatis teks sumber sistem atau dokumen terkait. Pemeriksaan perangkat lunak dan analisis terotomasi merupakan teknik verifikasi dan validasi statis karena tidak menuntut sistem dieksekusi. Pada tahap ini terdapat dua tipe pengujian yang dapat digunakan pada berbagai tahap proses perangkat lunak yaitu:</p>
<p>	Pengujian cacat yang ditujukan untuk menemukan ketakonsistenan antara program dan spesifikasinya.Ketakkonsistenan ini pada umumnya dikarenakan kesalahan atau cacat program.</p>
<p>	Pengujian statistik, dipakai untuk menguji kinerja dan keandalan program dan memeriksa bagaimana kerjanya pada kondisi operasional.</p>
<p>•	Pengujian perangkat lunak, melibatkan eksekusi implementasi perangkat lunak dengan data uji dan memeriksa output perangkat lunak dan perilaku kerjanya untuk memeriksa apakah perangkat lunak berlaku seperti yang dibutuhkan. Pengujian perangkat lunak merupakan teknik verifikasi dan validasi dinamis karena bekerja dengan representasi sistem yang dapat dieksekusi. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik verifikasi dan validasi mempunyai dua teknik pemeriksaan dan analisis yaitu teknik verifikasi dan validasi statis dan teknik verifikasi dan validasi dinamis.</p>
<p>Dibandingkan pengembangan perangkat lunak aplikasi biasa, pengembangan saftey-critical software memerlukan lebih banyak aktivitas dan melibatkan banyak peran serta disipilin ilmu/rekayasa. Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas aktivitas untuk mengembangkan saftey-critical software, peran anggota tim dan masing-masing tugas utamanya, serta disiplin ilmu yang dilibatkan, yaitu :</p>
<p>a)	Aktivitas pengembangan safety-critical software</p>
<p>i)	Spesifikasi</p>
<p>(1)	Dokumen kebutuhan fungsional Persyaratan akan dokumentasi terhadap layanan yang diberikan oleh sistem. Dengan adanya dokumentasi ini, user akan lebih mengetahui layanan yang diberikan sistem, bagaimana sistem harus bereaksi terhadap input tertentu dan bagaimana sistem  berlaku pada kondisi tertentu.</p>
<p>(2)	Kebutuhan keselamatan (Safety requirements) Keselamatan sistem merupakan atribut sistem yang merefleksikan kemampuan sistem untuk beroperasi, secara normal atau abnormal, tanpa membahayakan manusia atau lingkungan. Untuk menjamin tidak terjadi kecelakaan, terdapat cara-cara untuk menjamin keselamatan yaitu menghindari bahaya, deteksi dan membuang bahaya, dan membatasi kerusakan.</p>
<p>(3)	Analisis bahaya dan  resiko (Hazard and risk analysis) Analisis bahaya dan resiko mencakup analisis sistem dan lingkungan operasionalnya.Tujuan analisis ini adalah menemukan bahaya potensial yang mungkin muncul pada lingkungan itu, akar penyebab bahaya dan resiko yang berkaitan.</p>
<p> </p>
<p>ii)	Desain sistem dan implementasi</p>
<p>(1)	Perancangan Arsitektural Perancangan arsitektural adalah proses perancangan awal untuk mengidentifikasi subsistem dan menetapkan kerangaka kerja untuk kontrol dan komunikasinya. Proses Perancangan arsitektural berhubungan dengan penetapan kerangka kerja struktur dasar untuk suatu sistem. Proses ini melibatkan identifikasi komponen-komponen utama sistem dan komunikasi antar komponen utama sistem dan komunikasi antar komponen-komponen tersebut. Menurut  Bass et al (1998) terdapat  3 keuntungan perancangan dan dokumentasi arsitektur perangkat lunak yaitu :</p>
<p>•	Komunikasi stakeholder. Arsitektur merupakan presentasi tingkat tinggi dari sistem yang dapat digunakan sebagai fokus pembahasan oleh berbagai stakeholder.</p>
<p>•	Analisis sistem. Membuat arsitektur sistem yang eksplisit pada tahap dini pengembangan sistem mengandung arti bahwa analisis akan dilakukan. Keputusan perancangan arsitektural memiliki efek yang sangat besar mengenai apakah sistem dapat memenuhi persyaratan kritis seperti kinerja, keandalan, dan kemampuan daapt dipelihara.</p>
<p>•	Pemakaian ulang berskala besar. Arsitektur sistem merupakan deskripsi yang kompak dan dapat ditangani mengenai bagaimana sistem diorganisir dan bagaimana komponen-komponen saling mengoperasikan. Arsitektur dapat  ditransfer melintasi sistem dengan persyaratan yang sama dan dengan demikian dapat mendukung pemakaian ulang perangkat lunak berskala besar.</p>
<p>(2)	Construction, integration, testing Construction :  aktivitas yang mengkombinasikan pembangkitan kode dan pengujian yang diperlukan untuk menemukan kesalahan dalam kode program.  Integration, testing : proses integrasi antara modul-modul program sehingga menjadi suatu sistem yang lengkap. Testing diperlukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang ada.</p>
<p> </p>
<p>iii)	Validasi dan Verifikasi (V&amp;V) Boehm(1979) Validasi: Apakah kita membangun produk yang benar? Verifikasi: Apakah kita membangun produk dengan benar? Dari definisi di atas, didapat bahwa</p>
<p>(1)	Verifikasi merupakan proses yang melibatkan pemeriksaan bahwa program sudah sesuai dengan spesifikasi.</p>
<p>(2)	Validasi merupakan proses yang melibatkan pemeriksaan bahwa program yang diimplementasikan sudah sesuai dengan harapan pelanggan.</p>
<p> </p>
<p>iv)	Sertifikasi Verifikasi dan teknik-teknik pengujian yang dilakukan menjadikan komponen perangkat lunak dapat disertifikasi.  Dalam konteks pendekatan cleanroom software engineering (suatu metoda formal yang memungkinkan software engineer untuk men-spesifikasikan,develop dan memverifikasi sistem berbasiskan komputer) sertifikasi mengakibatkan reliabilitas(MTTF) dapat dispesifikasikan untuk tiap komponen. Pendekatan Sertifikasi mempunyai lima tahapan :</p>
<p>•	Skenario penggunaan harus dibuat</p>
<p>•	Pemakaian profil ditetapkan</p>
<p>•	Tes kasus digenerate dari profil</p>
<p>•	Tes dieksekusi dan kegagalan data direkam dan dianalisis</p>
<p>•	Reliabilitas dapat dihitung dan disertifikasi</p>
<p>i)	Program manager mempunyai peran untuk membuat perancanaan dan jadwal pembuatan perangkat lunak</p>
<p>ii)	System Engineer mempunyai peran untuk memilih tools-tools dalam perencanaan  maupun dalam penerapan perangkat lunak dan memiliki teknik yang baik untuk menilai kualitas dari perangkat lunak yang dihasilkan serta mampu mengendalikan, mengkoordinasikan, mengatur pelaksanaan pembuatan perangkat lunak.</p>
<p>iii)	Safety engineer mempunyai peran untuk membuat, memperhatikan hal-hal berhubungan dengan faktor-faktor keselamatan yang terdapat pada program. iv)	Software engineer mempunyai peran untuk selalu memperhatikan atau memfokuskan perhatiannya pada batasan anggaran dan jadwal pekerjaan.</p>
<p> </p>
<p>c)	Disiplin ilmu yang dilibatkan</p>
<p>i)	Program manajement</p>
<p>ii)	Software engineering</p>
<p>iii)	Hardware and software design engineering</p>
<p>iv)	System safety engineering</p>
<p>v)	Other engineering support</p>
<p> </p>
<p>3)	Penjelasan untuk kebutuhan saftey critical software didefinisikan berdasarkan masukan adalah sbb:</p>
<p>a)	Masukan pelanggan Pada tahap ini, kita mengumpulkan kebutuhan  pelanggan terhadap perangkat lunaknya.</p>
<p>b)	Kebutuhan sistem Kebutuhan sistem merupakan deskripsi yang lebih rinci dari kebutuhan  user. Kebutuhan ini dapat berfungsi sebagai dasar kontrak untuk implementasi sistem dan dengan demikian harus merupakan spesifikasi yang lengkap dan konsistenm dari sistem secara keseluruhan. Kebutuhan tersebut digunakan oleh perekayas perangkat lunak sebagai titik awal perancangan sistem.</p>
<p>c)	Hardware and  environmental constraint Developer perangkat lunak harus mempunyai kemampuan tentang perangkat keras komputer. Dengan pengetahuan yang dimiliki, developer dapat menentukan jenis perangkat keras yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Jangan spesifikasi perangkat lebih tinggi dari sistem (sehingga menjadi mubazir) atau terlalu rendah dari sistem (sehingga kerja sistem menjadi lambat).</p>
<p>d)	Keselamatan perangkat lunak secara umum(Generic software safety) Menentukan kebutuhan keselamatan perangkat lunak secara umum.</p>
<p>e)	Analisis bahaya (Hazzard analysis) dan Resiko (Risk analysis) Analisis bahaya dan resiko mencakup analisis sistem dan lingkungan operasionalnya.Tujuan analisis ini adalah menemukan bahaya potensial yang mungkin muncul pada lingkungan itu, akar penyebab bahaya dan resiko yang berkaitan. Proses iteratif dari  analisis bahaya dan resiko adalah sbb: •	Identifikasi bahaya. Bahaya potensial yang mungkin muncul diidentifikasi. Hal ini bergantung pada lingkungan di mana sistem akan digunakan.</p>
<p>•	Analisis resiko dan klasifikasi bahaya. Bahaya dipertimbangkan secara terpisah. Yang serius secara potensial dan bukan tidak mungkin dipilih untuk analisis lebih lanjut.Pada tahap ini, beberapa bahaya dapat dieliminasi hanya karena bahaya-bahaya tersebut kemungkinan tidak akan muncul( misalnya sambaran petir).</p>
<p>•	Penguraian bahaya. Setiap bahaya dianalisis secara individual untuk menemukan penyebab potensial dari bahaya tersebut.</p>
<p>•	Penilaian reduksi resiko. Dibuat proposal untuk cara reduksi atau eliminasi risiko yang teridentifikasi. Usul ini dimasukkan ke kegiatan spesifikasi persyaratan keselamatan yang lebih rinci.  Untuk sistem yang lebih besar, analisis bahaya dan resiko biasanya terstruktut menjadi sejumlah fase (Leveson,1986). Fase-fase ini mencakup:</p>
<p>•	Analisis bahaya awal di mana resiko besar diidentifikasi</p>
<p>•	Analisis bahaya sistem dan subsistem yang lebih terinci</p>
<p>•	Analisis bahaya perangkat lunak di mana resiko kegagalan perangkat lunak dipertimbangkan</p>
<p>•	Analisis bahaya operasional yang berhubungan dengan interface user sistem.</p>
<p> </p>
<p>f)	Standar-standar</p>
<p>•	IEEE/ANSI 830-1984</p>
<p>•	IEEE/ANSI 830-1993</p>
<p>•	IEEE/EIA 12207.0</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=23&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/system-safety-and-software-reliability/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penilaian kinerja-1</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/penilaian-kinerja-1/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/penilaian-kinerja-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/penilaian-kinerja-1/</guid>
		<description><![CDATA[Penilaian kinerja menitikberatkan pada penilaian sebagai suatu proses pengukuran penilaian. Hal utama dari penelitian ini adalah teknik-teknik (seperti pola-pola skala) yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan serta validasi penilaian. Penelitian ini menjadi khas karena model-model yang disampaikan tidak memudahkan penggabungan antara ilmu dan aplikasinya dalam penilaian kinerja. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengidentifikasi variabel-variabel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=22&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penilaian kinerja menitikberatkan pada penilaian sebagai suatu proses pengukuran penilaian. Hal utama dari penelitian ini adalah teknik-teknik (seperti pola-pola skala) yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan serta validasi penilaian. Penelitian ini menjadi khas karena model-model yang disampaikan tidak memudahkan penggabungan antara ilmu dan aplikasinya dalam penilaian kinerja. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengidentifikasi variabel-variabel yang sangat  penting dalam penilaian dan mereka gagal mencapai tujuan sehingga diperlukan penelitian dan praktek yang  lain.<br />
Model yang ditampilkan di sini berguna untuk memberikan bimbingan , baik untuk kepentingan penelitian maupun untuk praktek. Modelnya adalah suatu model sosial-psikologis yang lebih dari sekedar model psikometrik dan ini mengacu pada penilaian kinerja sebagai suatu bentuk proses komunikasi yang terjadi dalam konteks organisasi yang baik. Kata kuncinya meliputi cara mengidentifikasi apa yang dilakukan dalam penilaian terhadap organisasi, bentuk penilaian, yang dinilai dan konteks yang mempengaruhi pesan, serta bagaimana organisasi-organisasi harus menganalisis informasi yang disampaikan oleh para penilai.<br />
Penilain kinerja lebih dipandang sebagai suatu proses sosial dan proses komunikasi daripada hanya sebagai alat pengukur. Melihat penilaian kinerja sebagai suatu bentuk sosio-psikologi bukan merupakan suatu keunikan (Ilgen &amp; Favero, 1982). Bagaimanapun juga akan diperdebatkan secara sungguh-sungguh bahwa perlakuan ekslusif oleh para peneliti terhadap penilaian kinerja sebagai alat ukur adalah realistis. Akhir-akhir ini, para peneliti banyak mengetahui tentang masalah pengukuran yang berhubungan dengan penilaian. Perspektif pengukuran tersebut meningkatkan pemahaman tentang mekanisme penilaian yang meskipun dengan sedikit menyimpang dari konteks tentang perkiraan penilaian kinerja organisasi.<br />
Meskipun penggunaan penilaian kinerja (Murphy and Cleveland, 1991) telah mengikat sejak 40 tahun terakhir, secara formal praktik penilaian terhadap pekerja telah ada selama berabad-abad. Pada awal abad ke-3 Sin Yu ahli filsafat Cina mengkritik bias penilaian yang disampaikan oleh dinasti Wei dengan menyatakan penilai kerajaan dari Nine Grades jarang menilai orang berdasarkan jasanya, tetapi selalu berdasarkan rasa suka dan tidak suka (Patten 1977). Menurut Heilbroner (1953), penilaian jasa pada industri mungkin pertama kali digunakan dibuat oleh Robert Owen pada pabrik kapasnya di New Lanark Skotland pada awal tahun 1800 an.<br />
Pada awal 1950 an, penilainan praktis diterima pada sejumlah organisasi. Pada awalnya penilaian kinerja digunakan sebagai basis pembuatan keputusan administratif seperti promosi, kenaikan gaji dan sebagainya, Selama dekade 1960 dan 1970 an penilaian kinerja telah mulai digunakan sebagai pengembangan pekerja, perencanaan perusahaan dan dokumentasi resmi, (De Vries et al, 1986) sistem peralatan dan penelitian (Cleveland et al., `1980)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=22&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2009/04/22/penilaian-kinerja-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harapan Bangsa kedepan</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/05/23/harapan-bangsa-kedepan/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/05/23/harapan-bangsa-kedepan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 20:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[
Meningkatkan martabat dan harga diri bangsa serta keutuhan dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )

•       Mengembangkan  dan mengimplementasikan idiologi Pancasila dalam berbagai segi kehidupan 
•       Mengembangkan wawasan kebangsaan dalam memperkuat, dan mempertahankan  keutuhan NKRI
•       Membangun dan mengembangkan solidaritas sosial dan kemasyarakatan 
•       Mengembangkan proses demokrasi yang bertanggung jawab dan berkesinambungan 
•       Pemberantasan KKN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=14&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meningkatkan martabat dan harga diri bangsa serta keutuhan dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;"><span id="more-14"></span>•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan<span>  </span>dan mengimplementasikan idiologi Pancasila dalam berbagai segi kehidupan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan wawasan kebangsaan dalam memperkuat, dan mempertahankan<span>  </span>keutuhan NKRI</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membangun dan mengembangkan solidaritas sosial dan kemasyarakatan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan proses demokrasi yang bertanggung jawab dan berkesinambungan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pemberantasan KKN secara tegas, tuntas, dan tidak tebang pilih dari tingkat pusat sampai daerah dengan sangsi yang seberat beratnya yang disertai dengan pengembalian dan penyitaan seluruh aset yang dimilikinya untuk Negara</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Peningkatan tata kelola pemerintahan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melakukan reformasi tata kelola pemerintahan yang mengarah pada Peningkatan daya saing bangsa dan danya saing SDM<span>  </span>yang tinggi yang dilandasi oleh falsafah dan nilai-nilai luhur bangsa </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penyempurnaan berbagai perundang-undangan mengenai tata kelola pemerintahan dalam rangka pengoptimalisasian pencapaian prinsip –prinsip : efisiensi, efektivitas, ekonomis dan produktif serta pembangunan berkelanjutan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menetapkan kebijakan, strategi dan program dalam melaksanakan<span>  </span>tatakelola yang baik (Good Governance), dimana :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Government Governance ( GGG ) untuk pemerintah </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Coorporate Governance ( GCG ) untuk dunia usaha </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Civil Sociaty Governance ( GCSG ) untuk masyarakat </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3. Pengembangan Sistem dan Strategi Pertahanan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 36pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penyusunan strategi pertahanan, postur pertahanan dan kompartemen strategi secara terintegrasi dan profesional </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 36pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penyusunan manajemen asset sistem pertahanan termasuk alat utama sistem senjata </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 36pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengembangan sistem dan strategi ketahanan Nasional yang meliputi sistem ; Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.<span>   </span>Meningkatkan toleransi, kerukunan dan hubungan antar umat beragama </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penetapan regulasi yang memberikan jaminan terhadap terciptanya toleransi dan hubungan antar umat beragama </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penyediaan fasilitas bagi pelaksanaan peribadatan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pemberdayaan pemuka agama dan pengikutsertaan pemuka agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.<span>  </span>Pembenahan, Peningkatan Kepastian, dan Penegakan Hukum </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menata sistem Hukum Nasional yang menyeluruh dan terpadu </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penegakan hukum secara konsisten untuk menjamin kepastian hukum, keadilan dan kebenaran </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penghapusan diskriminasi dalam bentuk pelayanan hukum </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menghargai HAM yang didukung dengan mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh pihak manapun </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">6. </span><span lang="EN-US"><span>Peningkatan tata kelola pemerintahan </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melukukan reformasi tata kelola pemerintahan yang mengarah pada Peningkatan daya saing bangsa dan daya saing SDM<span>  </span>yang tinggi yang dilandasi oleh falsafah dan nilai-nilai luhur bangsa </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penyempurnaan berbagai perundang-undangan mengenai tata kelola pemerintahan dalam rangka pengoptimalisasian pencapaian prinsip –prinsip : efisiensi,efektivitas,ekonomis dan produktivitas serta pembangunan berkelanjutan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menetapkan kebijakan, strategi dan program dalam melaksanakan<span>  </span>tatakelola yang baik ( Good Governance ), dimana :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Government Governance ( GGG ) untuk pemerintah </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Coorporate Governance ( GCG ) untuk dunia usaha </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Good Civil Sociaty Governance ( GCSG ) untuk masyarakat </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 108pt;"><span style="font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US"><span>7. Peninjauan kembali regulasi yang tidak kondusif dan pembuatan regulasi yang bersifat <em>insentive regulation</em> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peninjauan perundang undangan yang tidak kondusif dan penerbitan undang undang revisi yang lebih memberikan kejelasan,kepastian dan insentif.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menghapus berbagai peraturan-peraturan pusat dan daerah yang menghambat , merugikan, dan menimbulkan biaya tinggi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peningkatan sosialisasi ,pemahaman,dan penguasaan<span>  </span>berbagai peraturan dan kebijakan bagi seluruh aparatur<span>  </span>pelaksana dan masyarakat pengguna.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">8. Birokrasi yang bersih,amanah , professional dan responsive serta kompetitif </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mewujudkan optimalisasi layanan publik yang mudah , cepat dan pasti </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mewujudkan pemerintah yang bersih,berkualitas dan berwibawa </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mewujudkan transparansi dan pertanggung jawaban publik dan menekan biaya pelayanan yang tinggi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menyediakan sarana dan prasarana layanan publik yang memadai </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan aparatur </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">9. Penguatan masyarakat madani dan demokrasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membangun masyarakat madani yang demokratis, religius,toleran dan terbuka </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pemberantasan dan Menekan kriminalitas dan penyakit sosial,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meminimalisir pemberitaan dan tayangan-tayangan yang berbau kekerasan,seksualitas,mistik, dan gosif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pemberdayaan Perempuan dalam pembangunan dan perlindungan hak-hak </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">10. Peningkatan kualitas dan pemberian Jaminan kesehatan dan pendidikan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Program asuransi kesehatan untuk seluruh masyarakat yang tidak mampu dan kaum Manula </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peningkatan kualitas dan penyebaran tenaga kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan dasar di seluruh daerah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bebas biaya pendidikan untuk SD dan SMP termasuk madrasah dan pesantren </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengadaan fasilitas baru dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">11. Peningkatan produktivitas sektor pertanian dan kelautan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peningkatan berbagai riset inovatif dalam bidang pertanian dan kelautan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Peningkatan produktivitas tanaman padi dengan konsep Sistem Rice intensication ( SRI ) dan peningkatan produktivitas produk pertanian lain yang selama ini diimpor </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengembangan komoditas unggulan pertanian dan kelautan yang berorientasi pasar dengan mengoptimalkan kerjasama antara para pengusaha dan balai-balai penelitian </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">12. Pengembangan agrobisnis dan membangun daerah sebagai agropolitan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memberikan fasilitas dan berbagai kemudahan serta insentif pengembangan agrobisnis </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengadaan tenaga ahli yang mempunyai kompetensi pada bidang agrobisnis </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membangun klaster industry untuk pengolahan produk unggulan pertanian dan kelautan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membangun Agro industry skala kecil di perkotaan dan pedesaan </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">13. Pembangunan Lingkungan hidup yang terintegrasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meningkatkan kesadaran dan membangun gerakan pencegahan,serta menumbuhkembangkan partisipasi seluruh potensi dalam memelihara lingkungan hidup yang terintegrasi secara berkesinambungan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melanjutkan dan mempercepat rehabilitasi lahan krisis secara berkelanjutan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rehabilitasi hutan tropis, hutan bakau dan kawasan pesisir </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gerakan menanam pohon produktif<span>  </span>yang mempunyai nilai ekonomis sekaligus untuk penghijauan . </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">14. Percepatan pembangunan infrastruktur </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengikut sertaan pengusaha dalam percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan prinsip “yang saling menguntungkan”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pembangunan infrastruktur perkotaan, pedesaan dan pesisir,khususnya daerah tertinggal </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melanjutkan dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memberikan jaminan dan kemudahan terhadap publik dalam penggunaan dan pemanfaatan infrastruktur </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">15. Pengembangan pariwisata dan industri kreatif yang berkelanjutan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan daerah wisata dengan focus pada wisata seni budaya, wisata alam dan wisata petualangan yang dikombinasikan dengan wisata belanja dan wisata kuliner </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengembangkan infrastruktur pariwisata </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengembangan industri kreatif yang bernilai tinggi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melestarikan budaya local yang beorientasi pada kreativitas dan penguatan teknologi </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">16. Membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Membina dan mengembangkan UMKM dan sektor informal potensial secara holistik dengan dukungan kemudahan permodalan dan asistensi dalam keahlian manajemen usaha dan pemasaran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Melanjutkan dan mengembangkan kredit mikro bagi pengusaha kecil.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memfasiltasi kemitraan dengan pengusaha besar dan menengah dengan prinsip saling menguntungkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">17. Pengembangan energi alternatif<span>  </span>dan pengeloalaan sampah dan limbah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengembangan riset dalam pengembangan energi alternatif<span>  </span>dan pengeloalaan sampah dan limbah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Program pembangkit listrik<span>  </span>energi alternatif<span>  </span>yang murah dan ramah lingkungan serta membangun mikro hidro dan pemanfaatan limbah untuk listrik pedesaan yang mudah,murah dan ramah lingkungan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Penanganan sampah dan limbah terpadu yang menghasilkan nilai tambah ekonomi berbasis komunitas dan ramah lingkungan </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">18. Pengembangan industri teknologi informasi menuju Indonesia sebagai Negara yang mampu memanfaatkan teknologi informasi bagi percepatan pembangunan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menyediakan infrastruktur yang mudah dan murah </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memfasilitasi dan menetapkan program pendidikan formal dalam penguatan teknologi dan informasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Memberi dukungan regulatif<span>  </span>dan kemudahan<span>  </span>dalam pengembangan industri teknologi nformasi </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 72pt;"><span><span><span style="font-size:small;">•</span><span style="font:7pt;">       </span></span></span><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mendorong penerapan E Goverment , E Commerce<span>  </span>, E Bisnis dan E Learnning sekaligus sebagai bentuk dukungan pasar bagi industri teknologi informasi <!--more--></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=14&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/05/23/harapan-bangsa-kedepan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBM Academic Initiative</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/18/ibm-academic-initiative/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/18/ibm-academic-initiative/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 00:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[(DEV275) Essentials of Visual Modeling with UML 2.0  
 
After completing this course, you will be able to define the history and current application of object technology, explain what the UML represents, explain abstraction, encapsulation, modularity, and hierarchy, describe the physical structure of a class, identify the relationship between a class and an object, and define [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=13&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">DEV275) Essentials of Visual Modeling with UML 2.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">After completing this course, you will be able to define the history and current application of object technology, explain what the UML represents, explain abstraction, encapsulation, modularity, and hierarchy, describe the physical structure of a class, identify the relationship between a class and an object, and define polymorphism and generalization.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span id="more-13"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span><strong>(DEV394) Essentials of IBM Rational Software Modeler v7.0<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course helps analysts, architects and development leads get started using Rational Software Modeler. Students gain a hands-on experience with Rational Software Modeler as they are introduced to a number of features, supporting concepts, and integration with other tools. Students learn the basics of model templates and using the UML diagram types Rational Software Modeler supports. Students also learn about transformations and patterns.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV396) Essentials of IBM Rational Software Architect v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course helps architects and development leads get started with using Rational Software Architect. Students gain a hands-on experience with Rational Software Architect as they are introduced to a number of features, supporting concepts, and integration with other tools. Students learn the basics of model templates and using the UML diagram types Rational Software Architect supports.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV397) Essentials of IBM Rational Systems Developer v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2 day course helps systems engineers, architects, development leads and developers get started with using Rational Systems Developer. Students gain a hands-on experience with Rational Systems Developer as they are introduced to a number of features, supporting concepts, and integration with other tools. Students learn the basics of model templates and using the UML diagram types Rational Systems Developer supports. Students also learn about transformations and patterns, and how to analyze the architectural structure of an application.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV399) Essentials of IBM Rational Systems Developer for Systems Development v7<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course is for system engineers, system architects, software architects, and lead designers who create systems using the Rational Unified Process for Systems Engineering and Model Driven Development or Model Driven Architecture. IBM Rational Systems Developer is a UML 2 model-driven design and development tool for creating well architected systems, applications, and services.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV450) Mastering Servlet and JSP Development with Rational Application<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course is designed to introduce Java developers to the development and testing of serverside applications based on J2EE component model, using IBM WebSphere and IBM Rational tools. The scope of the course covers Development and testing of server-side applications that use servlets and JavaServer Pages (JSP) technology for the control and flow of web applications, and use JavaBeans to represent the business logic, Development and use of custom tags for JavaServer Pages, Servlet filters and listeners, Best practices for building J2EE Web applications, including the use of Model/View/Controller (MVC) framework to separate concerns among the JavaBeans, JSP pages and servlets in the web application, Deployment issues pertinent to the web application developer.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(DEV451) Mastering EJB Development with Rational Application Developer v7<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">The 5-day course is based on the J2EE 1.4 and the EJB 2.1 specifications and introduces extensions to these standards provided by WebSphere Application Server Version 6.1. Students will learn how to design enterprise applications in which core business functionality is encapsulated in EJBs and to develop EJBs as reusable components. The course provides an in-depth explanation of the EJB 2.1 specification, explores tools for developing EJBs in IBM Rational Application Developer using extensive hand-on exercises, and discusses best practices for designing and building EJB-based applications. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV452) Mastering Web Application Development with Rational Application<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course provides instruction on the capabilities of IBM Rational Application Developer V7 for web application development. The features covered include the tools to create, test, debug, and package J2EE Web applications. These tools include the wizards to create Servlets, HTML pages, and JavaServer Pages (JSP), and the Page Designer to edit HTML and JSP pages. Rational Application Developer also provides support for component testing J2EE Web components, the Struts and JavaServer Faces (JSF) application frameworks, and Ajax (Asynchronous JavaScript and XML). Finally, the export wizards to package J2EE applications. This course assumes some familiarity with Java? 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE) Web</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">application development.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">DEV453) Mastering JSF Development with Rational Application Developer v7<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day course covers the JavaServer Faces (JSF) user interface framework and its benefits for rapid Web Application Development. The features and benefits of JavaServer Faces are discussed, along with the tools provided by Rational Application Developer v7.0 for developing JSF-based applications. You will complete several exercises designed to give hands-on experience with JSF application development in Rational Application Developer.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV470) Mastering Rational Rose RealTime Using C++ v2003.06.00<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 5-day course introduces the concepts, notation, and general approach for developing a design model in Rational Rose RealTime. It uses the Rational Unified Process Analysis and Design workflow as a framework for presenting these concepts, but the concepts can be applied within any software development process.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV471) Mastering Rational Rose RealTime using C v003.06.00<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 5-day course introduces the concepts, notation, and general approach for developing a design model in Rational Rose RealTime. It uses the Rational Unified Process Analysis and Design workflow as a framework for presenting these concepts, but the concepts can be applied within any software development process.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV473) Mastering EGL and IBM Rational Business Developer Extension v7<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Upon completion of this 4-day course, students will be able to Create IBM Rational Enterprise Generation Language (EGL) Programs, Libraries, Services, and JSFHandlers that operate in a leading-edge application, like a web application to deliver business functionality, Program statements to define and declare EGL primitive data, DataItems, Records, and EGL properties, Code structured looping, conditional, and assignment statements, Code EGL Structured Query Language (SQL) and data access statements to read and write from programs to external databases and files, Analyze whether an SQL statement is efficient, and code it differently if necessary, Create EGL business logic at or near the production requirements specification level in terms of Complexity, Breadth and Scope<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV475) Mastering Object Oriented Analysis and Design with UML 2.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Mastering Object-Oriented Analysis and Design with Unified Modeling Language (OOAD/UML) 2.0 presents the concepts and techniques necessary to effectively use system requirements captured in use cases to drive the development of a robust design model. In this intensive, hands-on workshop, learn to apply UML 2.0 notation to fundamental OOAD concepts including architecture, objects, classes, components, subsystems, stereotypes, relationships, and supporting diagrams. Use UML throughout the project lifecycle to capture and communicate analysis and design decisions. Thus, you learn UML 2.0 notation in the context of an iterative, use case-driven, architecture-centric process. In addition, language-specific examples of common UML constructs are provided in a separate appendix. Note: There is no visual modeling toolset training incorporated into this methodology course.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV476) Mastering OOAD: Moving from UML 1.x to UML 2.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course presents the concepts and techniques necessary to effectively use system requirements captured in use cases to drive the development of a design model. Through a series of lectures and hands-on workshops, learn to apply the Unified Modeling Language ? 2.0 notation of structured classes,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">interfaces, ports, components, and supporting diagrams to fundamental OOAD concepts.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV496) Mastering IBM Rational Software Architect<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day course shows architects, designers, and lead developers how to apply Rational Software Architect and the Rational Unified Process (RUP) to design a J2EE enterprise application within a Service Oriented Architecture: Develop and structure UML analysis and design models, develop software services as part of a service-oriented architecture, and reuse existing components in a new architecture.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(DEV498) Pattern Implementation Workshop with IBM Rational Software Architect<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 4-day course provides instruction for geting started creating and using software development patterns using IBM Rational Software Architect. Students gain hands-on experience with IBM Rational Software Architect as they are introduced to the analysis, design, and creation of patterns and related transformations in software development. Students learn the basics of designing and creating pattern implementations and related artifacts and how to package a reusable asset specification for effective reuse.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(PRJ270) Essentials of Rational Unified Process<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Upon completion of the course, participants will understand Rational best practices for software development, be familiar with the guidance RUP provides for iterative development and with the structure and navigation facilities of RUP, be introduced to the content of RUP and its application and RUP tailoring and implementation choices, and have simulated the use of RUP on a project.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(PRJ350) Essentials of IBM Rational Method Composer v7.1<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course enables participants to tailor and publish methods and processes using IBM Rational Method Composer v7.1. Students will learn how to use different tool features and how to use the tool features for different tailoring scenarios. They will practice these functions using the out-of-the-box RUP library content.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(PRJ370) Integrating IBM Rational Portfolio Manager and IBM Rational ClearQuest<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course teaches how to use the IBM Rational Portfolio Manager and IBM Rational ClearQuest integration to adopt better governance practices through more detailed project tracking without making significant changes to existing processes and practices. Students will learn how to configure the integration which will allow for the synchronization of updates between the products through lectures and hands-on labs.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(PRJ480) Mastering the Management of Iterative Development v2<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course focuses on the changes needed to transition from traditional to iterative project management. It does so by discussing the main issues faced by development teams and project managers practicing iterative development within the context of the four phases of the IBM Rational Unified Process (RUP) methodology. It also discusses what a project manager can do in order to improve the use of iterative development in future projects. The course includes a number of practical discussions and exercises.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(RD585) Mastering Model Driven Systems Development<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day course teaches IBM Rational concept of model-driven systems development (MDSD) to describe the basic principles of the Rational Unified Process for System Engineering. The course will introduce students to important terms and concepts, system context and its function. Additionally, it will discuss how to develop collaborations from a black box perspective and how to apply operations analysis to derive functional requirements. The course will also review capturing MDSD artifacts, as well as, review the basics of the Systems Modeling Language (SysML) and its functions.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Advanced<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(REQ370) Essentials of IBM® Rational® RequisitePro® v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course provides instruction on the use of IBM® Rational® RequisitePro®, a tool for capturing and managing requirements for a project. Students gain an understanding of RequisitePro project structure and use the tool to apply software development best practices. The computer labs guide students through building and adding data to a class project within the context of a controlled requirements management process. The labs completed in class focus on applying RequisitePro in a work environment.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(REQ480) Mastering Requirements Management with Use Cases<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3 day course provides training in requirements management and use-case modeling techniques. The course focuses on eliciting and managing the changing requirements of a project; analyzing the problem, defining the product vision and feature requirements, defining software requirements with use cases, and requirement attributes, and maintaining traceability, change management, and impact analysis for project scope management. The course shows how use-case modeling and requirements management techniques are used to define and document requirements that meet stakeholder needs. In-class exercises will give students practical experience in developing use cases.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(REQ570) Writing Good Use Cases<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day instructor-led course is designed to systematically build student skills in writing good use cases. After taking the course, students will be able to define use-case modeling concepts, and apply different writing techniques to write a detailed use case using the recommended Rational Unified Process (RUP) style. This course does not teach requirements management using the RUP. To learn how to manage requirements using the RUP and to write use cases, enroll in REQ480 Mastering Requirements Management with Use Cases.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>  </span><span>  </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(RP110) Functional Elements of IBM Rational Portfolio Manager v7.1<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day instructor-led course covers the features and functionality of IBM® Rational® Portfolio Manager as an Enterprise Project Management (EPM) solution used by executives, department heads, and managers to align projects, people and methodologies across the entire organization.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">RS315) Essentials of IBM Rational ClearCase Using the ClearCase Remote Client, v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course teaches developers how to perform common day-to-day tasks using Rational® ClearCase Remote Client®. It teaches the concepts and skills developers need to successfully manage source code change in their development environments. This course provides basic training in ClearCase functionality for those who intend to take more advanced courses in the ClearCase curriculum.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(RS543) Essentials of IBM Rational Build Forge v7.0.1<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2 day course provides an overview of build management processes and an introduction to creating and managing the build process using IBM Rational Build Forge.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span><strong>(SCM270) Essentials of IBM Rational ClearCase for Windows<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course is an instructor-led course that teaches developers how to perform common day-to-day tasks using Rational® ClearCase®. It teaches the concepts and skills developers need to successfully manage source code change in their development environments. This course provides basic training in ClearCase functionality for those who intend to take more advanced courses in the ClearCase curriculum.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">(</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">SCM271) Essentials of IBM Rational ClearCase v7.0 for UNIX<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course is an instructor-led course that teaches developers how to perform common day-to-day tasks using Rational® ClearCase®. It teaches the concepts and skills developers need to successfully manage source code change in their development environments. This course provides basic training in ClearCase functionality for those who intend to take more advanced courses in the ClearCase curriculum.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM272) Essentials of Rational ClearCase Basics for Windows<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">The Essentials of Rational ClearCase Basics is a one-day course that provides an overview of the fundamental concepts and usage of Rational® ClearCase®. This Basics course is a</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">condensed version of the two-day Essentials of Rational ClearCase course. Students gain an introductory understanding of version control of files and directories, workspace management, build management, and process management.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM273) Essentials of Rational ClearCase Basics for UNIX<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This one-day course provides an overview of the fundamental concepts and usage of Rational® ClearCase®. This Basics course is a condensed version of the two-day Essentials of Rational ClearCase course. Students gain an introductory understanding of version control of files and directories, workspace management, build management, and process management.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM275) Essentials of Rational® ClearCase® UCM for Windows v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course introduces the concepts of Rational ClearCase Unified Change Management (UCM), Rational?s software development best practice that integrates artifact and activity management. You learn to use Rational ClearCase UCM and Rational® ClearQuest® to perform common, day-to-day software development tasks such as joining a project, checking out files from source control and checking in files to source control, merging your work with the work of others, updating your workspace, and working offline.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM276) Essentials of Rational ClearCase UCM v7.0 for UNIX<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course introduces the concepts of Rational ClearCase Unified Change Management (UCM), Rational?s software development best practice that integrates artifact and activity management. You learn to use Rational ClearCase UCM and Rational® ClearQuest® to perform common, day-to-day software development tasks such as joining a project, checking out files from source control and checking in files to source control, merging your work with the work of others, updating your workspace, and working offline.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM290) Essentials of IBM Rational ClearQuest v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day course introduces students to using IBM Rational ClearQuest to track change requests. It covers the basic concepts involved in change management and how IBM Rational ClearQuest facilitates creating change records, controlling the change management process, and communicating status to project stakeholders using queries, reports, and charts.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM370) Essentials of Configuration Management with IBM Rational ClearCase v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Essentials of Configuration Management with IBM® Rational® ClearCase® v7.0 is a one-day, instructor-led course designed to teach configuration managers how to implement ClearCase effectively in their development environments (Windows and UNIX). This course introduces participants to the discipline of software configuration management (SCM) and discusses the attributes of effective SCM. Participants learn what information is critical to include in a configuration management plan. They practice creating and implementing a usage model based on a simulated software development project. The usage model includes details about organizing project artifacts, branching strategies, and project process and policies.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(SCM375) Configuration Management with IBM Rational ClearCase UCM, v7.0<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Configuration Management with IBM® Rational® ClearCase® UCM, V7.0 is a two-day, instructorled course designed to teach configuration managers how to implement ClearCase UCM effectively in their development environment (Windows or Unix/Linux). This course introduces participants to the discipline of software configuration management (SCM) using a unified change management approach (UCM) and discusses the attributes of effective SCM. Participants learn what information is critical to include in a configuration management plan. They practice creating and implementing a usage model based on a simulated software development project. The usage model includes details about organizing project artifacts, streaming strategies, and project process and policies.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM470) Mastering IBM Rational ClearCase Administration for Windows v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course teaches students to perform tasks necessary to deploy and maintain an enterprise-wide ClearCase implementation. Mastering IBM Rational ClearCase Administration teaches ClearCase administrative tasks related to setting up an environment, system and data maintenance, security, back-up techniques, licensing, and installation.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM471) Mastering IBM Rational ClearCase Administration for Unix v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course teaches students to perform tasks necessary to deploy and maintain an enterprisewide ClearCase implementation. Mastering IBM Rational ClearCase Administration teaches ClearCase administrative tasks related to setting up an environment, system and data maintenance, security, back-up techniques, licensing, and installation.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(SCM485) Mastering Rational ClearCase Multisite Administration v7.0<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course provides instruction to administer parallel development across geographically distributed project teams using IBM Rational ClearCase MultiSite. The course examines the special planning and maintenance issues related to geographically distributed Software Configuration Management (SCM) installations. Lab exercises are provided for both the Microsoft Windows and UNIX operating systems.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SCM490) Mastering Rational ClearQuest Administration<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day course provides training for administering and customizing Rational ClearQuest. It examines planning and implementing defect and change request tracking processes, customizing Rational ClearQuest to facilitate these operations, and administering the ClearQuest system. This course is recommended for new Rational ClearQuest administrators or system architects who want to learn to manage the defect and change tracking process with Rational ClearQuest.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Intermediate<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SOA590) Designing SOA Solutions with the IBM SOA Foundation<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 3-day course teaches and promotes best practices for Service Oriented Architecture using the IBM SOA Foundation, featuring the use of Rational Software products in conjunction with the appropriate WebSphere and Tivoli software products. Students follow the Rational Unified Process to identify, specify, and realize an SOA solution.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(SW244) Introduction to Java using IBM Rational Application Developer V6<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course is intended for developers who are new to the Java programming language. It covers the principles of object-oriented development, the Java (J2SE 1.4) syntax, object creation and key classes and their use.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(TST270) Essentials of Manual Testing with IBM Rational Manual Tester, v7.0<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This introductory course is designed to familiarize testing professionals with the basics of IBM Rational Manual Tester. The Manual Tester application assists in creating scripts for manual testing. The course helps you to accelerate creation of manual tests, streamline manual test execution, and monitor manual test results. Additionally, you will learn how to dramatically increase reuse of test assets.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(TST275) Essentials of Test Management with IBM Rational TestManager v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day introductory course is designed to familiarize testing professionals with the basics of IBM® Rational® TestManager. This course provides hands-on instruction for those who want to explore the power of using Rational TestManager to manage test assets, build sophisticated test suites, generate reports and log defects. Rational TestManager is used to centralize test results and test data to assist with analysis of the results.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">TST279) Essentials of IBM Rational Functional Tester, Java Scripting v7.0<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day course is designed to familiarize testing professionals with the basics of the Rational test automation tools for use in testing Java® and Web applications. Testers can build, enhance, and maintain scripts in a full-function Java IDE that integrates with the IBM Rational Software Development Platform products. Hands-on instruction is provided for those who want to explore the power of using Functional Tester. The Functional Tester application builds effective and resilient test scripts using Java code and ScriptAssure? technology. The focus is on the practical application of Functional Tester to resolve common Java and Web automated testing challenges. Additionally, some basics about Java code relevant to creating scripts for testing are covered. This course focuses on getting started with Functional Tester.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(TST285) Essentials of Functional Testing with IBM Rational Tester for SOA Quality v7.0.1<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course provides instruction on IBM Rational Tester for SOA Quality for Web services functional testing as well as general functional testing efforts. Topics include an overview of SOA Quality, test creation, test editing, test execution and test reporting.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">(TST290) Essentials of Test Management with IBM Rational ClearQuest<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 1-day introductory course is designed to familiarize testing professionals with the basics of the test management solution with IBM Rational ClearQuest. This course provides hands-on instruction for those who want to explore the power of test management that is integrated with requirements and test execution tools. Test Managers, Test Leads, or Project Leads can build test plans, test cases, and test suites that contribute to a successful test effort. In addition to the class lecture, students will be asked to complete labs to reinforce critical concepts and tool functionality. The focus is on the practical application of ClearQuest to resolve common test management challenges. This course focuses on getting started with IBM Rational ClearQuest Test Manager.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><strong>(TST370) Essentials of IBM Rational Performance Tester v7.0<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This 2-day introductory course is designed to familiarize testing professionals with the basics of the IBM Rational performance testing tool. Testers can build, enhance, and run scripts in a full-function Java IDE that integrates with IBM Rational Software Development Platform products. In addition to class lecture, students will be asked to complete labs to reinforce critical concepts and tool functionality. The focus is on the practical application of Performance Tester to resolve common performance testing challenges. This course focuses on getting started with Performance Tester.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;"><span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8pt;">W</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;">eb Application Security 101<span>  </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">This course will teach users how to understand the web application environment, understand and differentiate between network and application level vulnerabilities, understand where the vulnerabilities exist, and understand how to leverage AppScan to perform an automated scan for vulnerabilities.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Skill level:<span>    </span>Introductory<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Format:<span>    </span>Other<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;">Language:<span>    </span>English<span>  </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=13&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/18/ibm-academic-initiative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peraturan Menteri Depdiknas No. 15 tahun 2007</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/peraturan-menteri-depdiknas-no-15-tahun-2007/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/peraturan-menteri-depdiknas-no-15-tahun-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 19:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[PERATURAN 
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL 
REPUBLIK INDONESIA 
NOMOR 15 TAHUN 2007 
TENTANG 
SISTEM PERENCANAAN TAHUNAN 
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

 
Menimbang : a. bahwa implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009, Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009, dan Rencana Kerja Pemerintah setiap tahunnya, perlu didukung oleh Sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=12&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">PERATURAN </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">REPUBLIK INDONESIA </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">NOMOR 15 TAHUN 2007 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">TENTANG </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">SISTEM PERENCANAAN TAHUNAN </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;">DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,</span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;"></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><span id="more-12"></span> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-106.35pt;text-align:justify;margin:0 0 0 106.35pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">Menimbang : a. bahwa implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009, Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009, dan Rencana Kerja Pemerintah setiap tahunnya, perlu didukung oleh Sistem Perencanaan Departemen Pendidikan Nasional yang akurat dan akuntabel; </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 106.35pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Perencanaan Anggaran Departemen Pendidikan Nasional; </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">Mengingat : </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 4cm;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">2. <span>  </span>Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">3. <span>  </span>Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">4. <span> </span>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">6. <span> </span>Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">7. <span> </span>Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">9. <span> </span>Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1977 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1997; </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">10. <span> </span>Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang bersumber dari Kegiatan Tertentu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3871); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;">11. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:11.5pt;">12. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia </span><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">13. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006; </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">14. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004; </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 117pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">15. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">MEMUTUSKAN: </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-3cm;text-align:justify;margin:0 0 0 3cm;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG SISTEM PERENCANAAN TAHUNAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB I</span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">MEKANISME PERENCANAAN INTERNAL DEPARTEMEN </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 1 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) Perencanaan Tahunan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) adalah proses penyusunan program, kegiatan, dan anggaran Depdiknas untuk satu tahun mendatang (t+1) yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Perencanaan Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berjenjang mulai dari: </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-14.15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">a. setiap unit kerja eselon II pada unit utama dan unit pelaksana teknis (UPT) pusat di daerah; </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">b. setiap unit utama; sampai dengan </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">c. Menteri Pendidikan Nasional. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) Perencanaan Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mengikuti siklus dan mekanisme perencanaan nasional tahunan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(4) Perencanaan Tahunan Depdiknas pada setiap jenjang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing unit kerja sehingga tidak terjadi tumpang tindih perencanaan dan/atau terabaikannya program atau kegiatan yang diamanatkan oleh: </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">c. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional, dan </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 45pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">d. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun bersangkutan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(5) Perencanaan Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terpadu dan berbasis kinerja. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 2 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Perencanaan Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 memperhatikan: </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">a. Hasil Rembuk Nasional Pendidikan Tahunan; </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">b. Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah; </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">c. Hasil Rapat Pimpinan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2005 tentang Tata Tertib Rapat Pimpinan di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional; dan </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">d. Kebijakan Pimpinan mulai dari Menteri pendiidkan Nasional sampai dengan unit kerja eselon II pada unit utama atau UPT Pusat di daerah. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 3 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Mekanisme Perencanaan Internal Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 berlaku baik dalam proses memperoleh pagu indikatif dari Departemen Keuangan maupun dalam proses menjabarkan pagu indikatif dimaksud. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 4</span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span> </span></span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Penyusunan Rencana Tahunan pada setiap unit kerja eselon II dan UPT Pusat di daerah dilakukan oleh pemimpin unit kerja yang bersangkutan dengan melibatkan semua jajaran pimpinan di bawahnya. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Rencana Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan kepada pemimpin unit utama melalui sekretaris unit utama. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) Sekretaris unit utama melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan konsolidasi Rencana Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan berpedoman pada arahan pemimpin unit utama. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">(4) Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan sampai pemimpin unit utama menetapkan Rencana Tahunan Unit Utama. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(5) Atas dasar proses sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4), pemimpin unit utama menetapkan Rencana Tahunan Unit Utama dimaksud dan menyampaikannya kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 5 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-1cm;text-align:justify;margin:0 0 0 1cm;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) Sekretaris Jenderal melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan konsolidasi Rencana Tahunan yang diusulkan oleh para pemimpin unit utama dengan berpedoman pada arahan Menteri. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-1cm;text-align:justify;margin:0 0 0 1cm;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sampai Menteri menetapkan Rencana Tahunan Depdiknas. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-21.3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) Atas dasar proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri mengusulkan Rencana Tahunan kepada: </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:21.3pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">a. Departemen Keuangan, </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:21.3pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB II </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 6</span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span> </span></span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) Sekretariat Jenderal melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota dalam menjabarkan target-target Rencana Strategis Depdiknas untuk setiap provinsi dan/atau kabupaten/kota. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Hasil koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh masing-masing unit utama untuk mengalokasikan dana dekonsentrasi, dana tugas pembantuan, dan dana alokasi khusus kepada masing-masing provinsi dan/atau kabupaten/kota. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB III </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">KOORDINASI DENGAN DEPARTEMEN KEUANGAN </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 7 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) Sekretaris Jenderal melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar pagu indikatif Depdiknas cukup untuk mendanai Rencana Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Proses yang dilakukan dan hasil yang dicapai sebagaimana pada ayat (1) dilaporkan kepada Menteri dan semua pemimpin unit utama.</span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:center;margin:0 0 0 27pt;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 8</span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Rencana Tahunan Depdiknas yang disusun atas dasar pagu indikatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 disampaikan kepada Departemen Keuangan untuk pembahasan lebih lanjut sesuai dengan siklus dan mekanisme perencanaan nasional tahunan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>Proses yang dilakukan dan hasil yang dicapai sebagaimana pada ayat (1) dilaporkan kepada Menteri dan semua pemimpin unit utama. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 9 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Rencana Tahunan Depdiknas yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dijabarkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/ Lembaga (RKA-KL) oleh setiap unit utama yang secara berjenjang melibatkan seluruh unit kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>RKA-KL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan berpedoman pada sistem aplikasi yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) <span> </span>RKA-KL sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan oleh Sekretaris Jenderal kepada Departemen Keuangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(4) Sebelum RKA-KL sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada Departemen Keuangan, Menteri atau Pimpinan Unit Utama atas arahan Menteri dapat melakukan penelaahan ulang dan perbaikan terhadap RKA-KL dimaksud. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(5) <span> </span>Pegawai atau pejabat Depdiknas tidak diperbolehkan melakukan revisi atas RKA-KL yang telah disampaikan kepada Departemen Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tanpa seizin Sekretaris Jenderal. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 10 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Dalam proses pembahasan RKA-KL menjadi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Departemen Keuangan, pejabat Depdiknas terkait harus melaporkan dan mendapat persetujuan Pemimpin Unit Utama yang bersangkutan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>Apabila dalam pembahasan RKA-KL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terjadi perubahan, perubahan tersebut harus dilaporkan dan mendapat persetujuan Sekretaris Jenderal atas nama Menteri. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="color:windowtext;"><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) Sekretaris Jenderal mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar DIPA diterbitkan oleh Departemen Keuangan sesuai dengan RKA-KL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 tepat pada waktunya. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB IV </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">KOORDINASI DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 11 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Depdiknas menyampaikan Rencana Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 kepada DPR untuk dibahas lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 12 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Rapat Kerja DPR dengan Menteri Pendidikan Nasional dihadiri oleh semua pemimpin unit utama, sekretaris unit utama, dan pejabat eselon II pusat terkait. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Dalam Rapat Kerja DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Menteri dapat menugasi pejabat lain untuk ikut menghadirinya. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) <span> </span>Ketidakhadiran pemimpin unit utama atau sekretaris unit utama dalam Rapat Kerja DPR harus mendapat izin Menteri. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(4) <span> </span>Ketidakhadiran pejabat eselon II terkait dalam Rapat Kerja DPR harus mendapat izin pemimpin unit utama yang bersangkutan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(5) <span> </span>Pejabat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), dalam mengikuti Rapat Kerja DPR harus taat pada peraturan perundang-undangan dan menjunjung tinggi tata tertib DPR. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 13 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Rapat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, yang dilakukan sebelum ditetapkannya pagu anggaran tahunan definitif dari Departemen Keuangan, dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan pagu anggaran tahunan definitif yang optimal. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>Rapat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, yang dilakukan sesudah ditetapkannya pagu anggaran tahunan definitif dari Departemen Keuangan, dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar mendukung Rencana Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="color:windowtext;"><span style="font-size:small;font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) Rencana Tahunan Depdiknas yang telah disepekati dalam Rapat Kerja DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi dasar dalam penyusunan RKA-KL Depdiknas. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 14 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR dengan Depdiknas dihadiri oleh pemimpin unit utama terkait, sekretaris unit utama terkait, dan pejabat eselon II terkait atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh pemimpin unit utama. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>RDP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pendalaman lebih lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada Rapat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(3) <span> </span>Hasil RDP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan masukan bagi Rapat Kerja DPR berikutnya dan pejabat Depdiknas terkait tidak membuat kesepakatan dengan DPR yang mengikat Depdiknas. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(4) Pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam mengikuti rapat dengar pendapat DPR harus taat pada peraturan perundang-undangan dan menjunjung tinggi Tata Tertib DPR. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 15 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) <span> </span>RDP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang dilakukan sebelum ditetapkannya pagu anggaran tahunan definitif dari Departemen Keuangan dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan pagu anggaran tahunan definitif yang optimal. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) <span> </span>RDP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang dilakukan sesudah ditetapkannya pagu anggaran tahunan definitif dari Departemen Keuangan dilaksanakan oleh pejabat Depdiknas dengan sebaik-baiknya agar mendukung Rencana Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 16 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Dalam rapat pembahasan anggaran pemerintah pada Rapat DPR di luar rapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, dan Pasal 15, pejabat Depdiknas yang mewakili mengupayakan agar mendapatkan pagu anggaran tahunan definitif yang optimal dan/atau mendukung Rencana Tahunan Depdiknas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB V</span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">KERANGKA WAKTU PERENCANAAN </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">Pasal 17 </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(1) Kerangka waktu perencanaan Depdiknas mengikuti siklus perencanaan nasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">(2) Untuk keperluan koordinasi internal Depdiknas, Sekretaris Jenderal menetapkan jadwal perencanaan lebih rinci secara berjenjang selaras dengan siklus perencanaan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB VI </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">SANKSI </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 18 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pelanggaran oleh pegawai Depdiknas terhadap Peraturan Menteri ini dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">BAB VII </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">PENUTUP </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 19</span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span> </span></span></strong></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 007/U/2003 tentang Sistem dan Mekanisme Perencanaan Tahunan Departemen Pendidikan Nasional dinyatakan tidak berlaku.</span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Pasal 20 </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">Ditetapkan di Jakarta </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">pada tanggal 3 Mei 2007 </span></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;">TTD. </span></strong></span></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></span></strong></p>
<p class="Default" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:11.5pt;color:windowtext;"><span style="font-family:Tahoma;">BAMBANG SUDIBYO </span></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=12&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/peraturan-menteri-depdiknas-no-15-tahun-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beradab atau Biadab</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/beradab-atau-biadab/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/beradab-atau-biadab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 18:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[

Cita-cita luhur Bangsa Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang makmur, kata lain bangsa beradab, berbudaya, dan bertatakrama dalam kehidupan sebagai warga negara dan bangsa yang berjiwa besar. Cita-cita tersebut dibangun oleh keihklasan leluhur pendiri Bangsa ini, dengan penuh semangat dan pengorbanan lahir  bathin. Leluhur kita mewariskan kepada penerusnya untuk mempertahankan, membangun  dan melestarikan cita-cita tersebut.


Mari kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=11&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Cita-cita luhur Bangsa Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang makmur, kata lain bangsa beradab, berbudaya, dan bertatakrama dalam kehidupan sebagai warga negara dan bangsa yang berjiwa besar. Cita-cita tersebut dibangun oleh keihklasan leluhur pendiri Bangsa ini, dengan penuh semangat dan pengorbanan lahir<span>  </span>bathin. Leluhur kita mewariskan kepada penerusnya untuk mempertahankan, membangun<span>  </span>dan melestarikan cita-cita tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span id="more-11"></span></p>
<p><font face="Calibri" size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Mari kita lihat saudara-saudaraku apa yang sedang terjadi saat ini, <span> </span>dengan memotret diri kita, keluarga, lingkungan, masyarakat dan bangsa ini, terutama perihal pendidikan sebagai investasi hidup yang harus dijadikan filosofi, maka akan muncul beberapa pertanyaan pada diri kita dan orang lain, antara lain:</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>1.<span>       </span></span></span>Sudahkah pendidikan kita menjiwai bangsa kita?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>2.<span>       </span></span></span><span> </span>Sudahkan pendidikan kita berpikir 50-100 tahun kedepan?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>3.<span>       </span></span></span>Sudahkah pimpinan bangsa ini berpikir pendidikan yang seutuhnya?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>4.<span>       </span></span></span>Sudahkan DPR melakukan control proses pendidikan yang baik?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>5.<span>       </span></span></span>Sudah Departemen menjalankan regulasi <span> </span>pendidikan dengan utuh? atau orientasi pada personal need? atau aktualisasi pada bangsa kita?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>6.<span>       </span></span></span>Sudahkan Pemimpin di daerah berfikir tentang pendidikan?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>7.<span>       </span></span></span>Sudahkah mewujudkan sekolah yang layak untuk belajar secara menyeluruh dari Sabang sampai Merauke?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>8.<span>       </span></span></span>Sudahkan <span> </span>Guru, Dosen, Instruktur mengajar dan mendidikan dengan baik dan terpenuhi target seluruh masyarakat bangsa ini dengan cerdas ?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span><span>9.<span>       </span></span></span>Sudahkan Siswa, Mahasiswa belajar dengan baik? atau mengejar nilai saja tanpa memperhatihan keilmuan dan keahlian serta kejujuran?</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 36pt;"><span><span>10.<span>   </span></span></span>Sudahkan masyrakat kita berpikir pendidikan adalah investasi masa depan untuk kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Pertanyaan tadi mari kita renungkan, jiwai, pikirkan serta lakukan apa yang bisa kita <span> </span>lakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Bangsa kita bangsa yang besar, mohon dijawab dalam hati kita, kalau bangsa kita besar tahukah anda berapa jumlah sekolah?, berapa jumlah siswa?, berapa jumlah guru? berapa jumlah perguruan tinggi, berapa jumlah Mahasiswa?, berapa jumlah dosen?, berapa jumlah usia penduduk sekolah?, berapa jumlah siswa yang tidak menginjak bangku sekolah?, berapa jumlah siswa putus sekolah?, berapa masyarakat kita yang <span> </span>tidak bisa baca, tulis dan hitung?, berapa sekolah yang kondisi baik?, berapa sekolah yang rusak ringan atau berat?, berapa anggaran untuk pendidikan?, berapa biaya pendidikan yang paling murah atau sudah gratis?, sejauhmana kesiapan kita dalam daya saing secara regional?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Pertanyaan diatas harus dibuktikan dengan data yang akurat serta ukuran yang terukur.<span>  </span>karena tanpa itu mustahil pertanyaan diatas dapat terjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Sangatlah biadab kalau masyarakat kita mau sekolah alias belajar alias ibadah dibatasi oleh beberapa faktor antara lain, ruang yang terbatas, jarak yang<span>  </span>jauh, biaya yang mahal atau tidak terjangkau.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Apakah bangsa kita seperti ini sekarang? kalau ya bagaimana 20-50 tahun kedepan nasib bangsa kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">mari kita action, bangsa kita harus menjadi bangsa yang maju, berbudaya, beretika dan punya harga diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Siapkah Anda mengemban tugas mulya ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">terima kasih</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">Cucu Sukmana</p>
<div></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p> </p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </p>
<p></span></span> </p>
<p> </p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"></p>
<div><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></div>
<p></span></span></span></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </p>
<p></span></span></span> </p>
<p></span></p>
<p></font></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=11&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/04/17/beradab-atau-biadab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ETIKA BARU DAN PERAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN KESEJAGADAN</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/etika-baru-dan-peran-agama-dalam-kehidupan-kesejagadan/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/etika-baru-dan-peran-agama-dalam-kehidupan-kesejagadan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 18:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[A.       PENDAHULUAN
1.   Latar Belakang
Pemanasan global sedang berlangsung di muka bumi. Perubahan musim, mencairnya es di kutub dan kenaikan air laut, mengancam keselamatan bumi, seluruh kehidupan manusia dan alam. Semua itu terjadi akibat ulah sebagian manusia yang hidup tak berkebudayaan. Hidup tanpa memedulikan lagi nilai-nilai kemanusiaan seraya mengumbar keserakahan global. Dibutuhkan komitmen negara-negara dunia untuk menyelamatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=5&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><span style="font-family:Arial;"><span>A.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">PENDAHULUAN</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><b><span style="font-family:Arial;"><span>1. <span style="font:7pt 'Times New Roman';">  </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Latar Belakang</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Pemanasan global sedang berlangsung di muka bumi. Perubahan musim, mencairnya es di kutub dan kenaikan air laut, mengancam keselamatan bumi, seluruh kehidupan manusia dan alam. Semua itu terjadi akibat ulah sebagian manusia yang hidup tak berkebudayaan. <span id="more-5"></span>Hidup tanpa memedulikan lagi nilai-nilai kemanusiaan seraya mengumbar keserakahan global. Dibutuhkan komitmen negara-negara dunia untuk menyelamatkan kehidupan di bumi. </span><span style="font-family:Arial;">Sementara di<span>  </span>Indonesia sebagian orang masih asyik dengan dirinya sendiri, menghamba kepada kapitalisme dan gaya hidupnya yang selalu menuntut eksploitasi sumber alam tanpa batas, pembabatan hutan dan tuntutan hidup mewah yang mau tak mau harus diperoleh dari korupsi. Tidak adakah kekhawatiran negeri ini akan menerima akibat malapetaka yang paling dahsyat. Terlebih dahulu bila kita tak segera melakukan perubahan tindak dan prilaku hidup kita.</span><span style="font-family:Arial;">Banyak kisah dan ceritera yang melukiskan ketamakan, kesombongan, keserakahan manusia yang berakibat membalik pada dirinya. Menghancurkan seluruh kehidupan dan alam lingkungannya. Tetapi kisah-kisah yang setiap kali seolah-olah lewat begitu saja di telinga manusia, sedikit yang menempel dalam hati nuraninya dan terwujud pada sikap moralnya, meskipun agama punya berpuluh ceritera dengan tujuan memberikan kesadaran manusia akan perilakunya yang tamak, sombong dan serakah. Karena perilakunyalah penghancuran bagi kehidupan dan alam lingkunganya terjadi. </span><span style="font-family:Arial;">Dengan melihat kasus-kasus bencana sebagai akibat ulah manusia, maka sudah seharusnya manusia segera memperbaharui etika yang terbaik terhadap lingkungan hidup di era kesejagatan, juga tak kalah pentingnya peran agama dalam memberikan kontribusinya terhadap pembentukan karakter manusia yang berwawasan lingkungan</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Masalah yang dibahas</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Tulisan ini mencoba membahas kerusakan jagat karena ulah manusia, mencari penyebab kerusakan itu dan<span>  </span>kemudian mencari solusinya dengan membangun sebuah etika baru dan pentingnya peran agama dalam pembentukan karakter manusia yang berwawasan lingkungan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Tujuan Penulisan</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;"><span>a.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Sebagai proses pembelajaran Ilmu Filsafat terutama dalam mencari penyebab suatu kasus;</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>b.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Merupakan bagian dari tugas mahasiswa tingkat doktoral yang harus dibuat dalam proses pembelajaran Ilmu Filsafat di Universitas Pasundan;</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Pendekatan</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Penulisan ini menggunakan pendekatan analisis pragmatis artinya membuat sebuah analisa yang berdasarkan pada hal-hal yang mudah dilihat dan dirasakan secara pragmatis.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><br />
</span><b><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"><span>B.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">KONDISI SAAT INI, ETIKA BARU DAN PERAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN KESEJAGADAN </span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Keadaan jagad saat ini</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Kini malapetaka yang terjadi dalam kisah-kisah kuno seperti Sodom dan Gomora zaman nabi Luth dan banjir zaman nabi Nuh kembali mengancam kehidupan di muka bumi akibat ulah manusia. Pemanasan global atau global warning menjadi isu dunia dan tidak terkecuali Indonesia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Gas rumah kaca juga timbul karena penggunaan peralatan elektronik, penggundulan hutan, kebakaran hutan, yang mengurangi penyerapan karbondioksida ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin banyak menampung gas-gas rumah kaca ini, karena karbon dioksida yang dilepas lebih banyak dari yang diserap, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari matahari yang dipancarkan ke bumi.</span><span style="font-family:Arial;">Akibatnya rata-rata temperatur bumi meningkat. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6<sup>0</sup>c sejak 1861. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat 1,4-5,6<sup>0</sup>c pada 2100. Akibatnya akan terjadi perubahan iklim secara dramatik. Pola curah hujan berubah dan meningkat. Tetapi air akan lebih cepat menguap dari tanah. Badai akan menjadi lebih sering terjadi. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan laut juga akan menghangat, sehingga menaikan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es dikutub, sehingga memperbanyak volume air di laut. Tinggi permukaan laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad ke-20, dan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9-88 cm pada abad 21.</span><span style="font-family:Arial;">Di Indonesia, kenaikan permukaan air laut berpotensi menenggelamkan 50 meter daratan dari garis pantai kepulauan Indonesia, yang panjangnya 81.000 km. diperkirakan lebih dari 405.000 hektar daratan Indonesia akan tenggelam, ribuan pulau kecil akan lenyap dari peta Indonesia, abrasi pantai dan intrusi lautpun makin mengancam penduduk bumi. Air bersih bakal kian langka karena intrusi air laut yang mencemari tanah. Penduduk Jakarta dan kota-kota pesisir akan kekurangan air bersih. Di pantai ribuan dan mungkin jutaan tambak juga akan lenyap. Menurut IPCC dalam laporan awal April 2007, menyebutkan kenaikan rata-rata suhu tahunan di Indonesia antara 1970 dan 2004 mencapai 0,1-1<sup>0</sup>c. Kondisi itu akan menurunkan produksi pangan, meningkatkan kerusakan pesisir, dan menyebabkan berbagai jenis fauna yang tidak mampu beradaptasi dengan temperatur panas akan musnah.</span><span style="font-family:Arial;">Begitu parahnya kondisi yang bakal terjadi dalam pemanasan global, dan hanya dapat diperlambat dan kemudian dicegah, apabila tidak ada peningkatan emisi karbon karena keluasan hutan di bumi memiliki daya serap yang tinggi, dan berkurangnya pelepasan karbondioksida akibat pembakaran bahan bakar fosil. Khususnya di Indonesia keluasan hutan jauh berkurang karena penebangan dan kerusakan hutan. Itupun rupanya masih belum cukup, karena Departemen Kehutanan justru akan melelang lagi kawasan hutan Indonesia seluas 1.063.418 hektar, ini berarti seluas 2 kali pulau Bali. Pelelangan tersebut di 16 lokasi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) di seluruh Indonesia, termasuk Papua : 2 lokasi, Kalimantan Barat : 2 lokasi, Kalimantan Timur : 6 lokasi, Kalimantan Tengah : 3 lokasi, Sulawesi Tengah : 1 lokasi, Maluku Tengah : 1 lokasi, Jambi- Sumatera Selatan : 1 lokasi. Selain melelang izin HPH, Departemen Kehutanan juga akan melelang 9 kawasan HTI meliputi 2 lokasi di Riau. Satu di Jambi, 1 di Kalimantan Timur dan 5 di Sumatera Selatan. Tentu saja kebijakan ini akan semakin mengurangi keluasan jumlah hutan di Indonesia. Apakah dengan demikian kita tidak<span>  </span>sedang mempercepat terjadinya pemanasan global karena keluasan hutan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang.</span><span style="font-family:Arial;">Yang lebih membingungkan lagi bahwa Pemerintah Indonesia juga telah menandatangani 58 perjanjian kerja sama senilai US $ 12,4<span>  </span>milyar untuk pengembangan bio-fuel. Pengembangan bio-fuel ini terkait dengan 1 juta hektar pencadangan kawasan untuk perkebunan di Papua dan Kalimantan. Sejauh ini belum ada kepastian bahwa rencana itu tidak akan memanfaatkan lahan hutan alam, sebagai salah satu sasaran, ekspansi perkebunan kelapa sawit dsb, yang pada akhirnya akan semakin memperparah keadaan kondisi hutan di Indonesia. <i>Biofuel</i> memang bahan bakar yang ramah lingkungan karena emisi karbonnya sangat rendah, sehingga negara Uni Eropa sangat tertarik untuk meningkatkan kebutuhan biofuel. Namun dari perspektif lain karena bahan tersebut adalah minyak sawit, maka potensi perkebunan sawit akan semakin luas menghancurkan hutan alam di Indonesia. Itu berarti keuntungan bagi negara-negara Eropa karena menyelesaikan salah satu permasalahan lingkungannya, tetapi dilain pihak menghancurkan hutan di Indonesia. Barangkali permasalahan ini juga diketahui dan dimengerti oleh Pemerintah Indonesia, karena pemerintah bukan tidak memiliki ahli di bidang ini, hanya saja kepentingan lain lebih menarik sehingga perjanjian kerjasama ini ditandatangani.</span><b><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:Arial;"><br />
</span></b><b><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Pembahasan</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Kehidupan berdemokrasi dan HAM selama ini cenderung disalahartikan sebagai sebuah kebebasan tanpa batas atau dipelintir dengan pengertian yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang mestinya menyatu dengan hak. Mahatma Gandhi menyatakan tujuh dosa yang mematikan dunia yang akan datang, yaitu : kaya tanpa kerja, senang tanpa hati nurani, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa pri-kemanusiaan, agama tanpa pengorbanan dan politik tanpa prinsip. Ketujuh hal yang dikatakan dosa itu akan mematikan dunia adalah realitas yang sekarang terjadi di negeri ini. Itulah sebabnya diperlukan perubahan sikap yang didasarkan atas etika yang dibutuhkan dalam rangka penyelamatan kehidupan di bumi ini.</span><span style="font-family:Arial;">Etika adalah batasan sikap dan perilaku serta kewajiban manusia dalam kehidupan bersama di suatu lingkungan. Dalam hal ini tentu saja setiap kawasan, setiap bangsa, dan negara memiliki etikanya sendiri-sendiri. Ketika manusia didalam kehidupannya tidak lagi dapat melepaskan keterkaitan dengan orang lain di tingkat wilayah, negara dan antara negara, dalam hubungan dengan kehidupan bersama di tingkat nasional dan dunia, maka dibutuhkan konsensus batasan sikap dan perilaku yang diterima oleh masyarakat dunia. Inilah yang disebut Etika Global.</span><span style="font-family:Arial;">Menurut Hans Kung, Etika Global bukan ideologi atau batasan yang mengatasi aturan-aturan agama atau hukum negara. Etika global lebih sebagai “<i>sebuah konsensus fundamental yang memadukan nilai-nilai standard dan sikap-sikap mutlak</i>”. Ia mengatakan : etika global adalah sebuah konsensus dasar tentang nilai-nilai pengikat, kriteria yang tak terbatalkan, dan sikap dasar yang dikokohkan oleh semua agama meskipun terdapat perbedaan dogmatis, dan yang sesungguhnya dapat juga disumbangkan oleh kaum beriman. Tanpa konsensus etika dasar seperti itu, setiap komunitas, masyarakat negara lambat laun akan terancam oleh kekacauan, penindasan dari yang kuat dan kediktatoran.</span><span style="font-family:Arial;">Maka dalam etika global setiap orang, individu maupun negara diwajibkan menghormati martabat ini dan menjaganya. Manusia harus selalu menjadi tujuan, tidak boleh sekedar menjadi alat, tidak boleh hanya merupakan obyek komersialisasi dan industri dalam ekonomi, politik dan lain-lain. Sebaliknya karena memiliki akal dan hati nurani setiap manusia diharuskan untuk berperilaku dengan cara manusiawi, menjaga dan memelihara alam dan lingkungannya, hidup berdampingan dengan alam dan lingkungannya, tidak mengekploitasi alam untuk kepentingan-kepentingan sesaat, dan selalu melakukan kebaikan dan menghindari kejahatan. </span><span style="font-family:Arial;">Perusahaan-perusahaan besar harus memiliki tanggung jawab, sosial terhadap lingkungannya atau biasa disebut dengan kebijakan <i>Corporate Social Responsibility</i> (CSR). CSR adalah sebuah upaya yang dibiayai oleh perusahaan dalam rangka memperhatikan lingkungan dan menjaga lingkungan secara konsisten dan terus menerus, sehingga manfaatnya dirasakan oleh lingkungan sekitar. Sebagai contoh unilever di Indonesia telah memiliki CSR berjangkan panjang dengan pencapaian tujuan yang terarah dan terukur. Sehingga perubahan yang terjadi didalam masyarakat atau lingkungan dimana CSR ini dijalankan tampak nyata hasilnya. Kegiatan CSR yang dilakukan oleh unilever antara lain program Green and Clean disepanjang tepian sungai Brantas dan juga mengembangkan pengelolaan sampah menjadi kompos yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya.</span><span style="font-family:Arial;">Peran agama dalam menjaga lingkungan sebenarnya secara dogmatis telah dinyatakan, khususnya dalam al-Qur’an.</span><span style="font-family:Arial;">Dalam Surat ar-Ruum ayat 41 yang artinya : <i>telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.</i> Juga dalam surat al-Baqarah ayat 12 yang artinya : &#8230;&#8230; <i>janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi</i>.</span><span style="font-family:Arial;">Jelaslah bahwa Islam sangat menentang tindakan manusia untuk melakukan kerusakan di muka bumi. Bahkan Allah mengancamnya dengan dosa yang besar bagi para perusak lingkungan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>C.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">KESIMPULAN DAN SARAN</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Kesimpulan</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Akibat ulah manusia yang serakah dan berlebihan, dengan semena-mena telah memperlakukan bumi tidak pada tempatnya, antara lain pembalakan hutan, pembakaran bahan bakar fosil yang menimbulkan efek rumah kaca, penggunaan bahan kimia yang tak ramah lingkungan semuanya telah menyebabkan pemanasan global, badai, banjir, longsor, bahkan tsunami yang telah menghancurkan hidup dan kehidupan manusia.</span><span style="font-family:Arial;">Kehancuran ini harus segera dihentikan melalui dipahaminya etika global yang pada intinya memperlakukan alam secara ramah yang berlandaskan kepada sebuah keyakinan agama yang tertuang dalam al-Qur’an secara dogmatis, bahwa merusak alam adalah melanggar hukum Allah.</span><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span></span></span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">Saran</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Disarankan agar perusahaan-perusahaan besar segera melaksanakan <i>Corporate Social Responsibility</i> (CSR) agar lingkungan sekitar tetap terjaga dan kelestarian alam dapat tetap dipertahankan, kalau perlu dibuat aturan perundang-undangannya dan sanksi bagi para pelanggarnya.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=5&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/etika-baru-dan-peran-agama-dalam-kehidupan-kesejagadan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIROKRASI KITA PERLU DIREFORMASI SECARA RADIKAL</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/birokrasi-kita-perlu-direformasi-secara-radikal/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/birokrasi-kita-perlu-direformasi-secara-radikal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 17:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[1.            PENDAHULUAN
 Teori Pemerintahan bukanlah sesuatu yang baru, konsep pemerintahan sudah muncul sejak adanya masyarakat itu sendiri. Secara sederhana Pemerintahan berarti: sebuah proses mulai dari pengambilan keputusan hingga implementasinya. Sepanjang pengertian pemerintahan sebagai proses pengambilan dan pelaksanaan keputusan maka banyak pengamat lebih memfokuskan kepada : siapa saja yang  terlibat dalam pengambilan keputusan dan bagaimana bentuk lembaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=4&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;"><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">            </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">PENDAHULUAN</span></b></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><b><span style="font-family:Arial;"> </span></b><span style="font-family:Arial;">Teori Pemerintahan bukanlah sesuatu yang baru, konsep pemerintahan sudah muncul sejak adanya masyarakat itu sendiri. Secara sederhana Pemerintahan berarti: sebuah proses mulai dari pengambilan keputusan hingga implementasinya. Sepanjang pengertian pemerintahan sebagai proses pengambilan dan pelaksanaan keputusan maka banyak pengamat lebih memfokuskan kepada : siapa saja yang<span>  </span>terlibat dalam pengambilan keputusan dan bagaimana bentuk lembaga formal yang akan menjalankannya. <span id="more-4"></span>Belakangan ini istilah pemerintahan dan “pemerintahan yang baik” atau sering disebut good governance menjadi semakin sering digunakan dalam beberapa tulisan baik tulisan masalah sosial politik, pembangunan maupun masalah manajemen. Pemerintahan yang buruk dipandang sebagai suatu masalah dasar yang berada dalam tatanan masyarkat. Tulisan ini mencoba memaparkan dengan sederhana tentang keadaan birokrasi Indonesia sekarang ini, alasan perlunya reformasi total, dan apa saja upaya-upaya untuk mencari sebuah solusi agar good governance dan clean governance tercapai sesuai harapan masyarakat pada umumnya.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">            </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">SEPERTI APA BIROKRASI SEKARANG INI</span></b></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Secara umum masyarakat saat ini menganggap bahwa birokrasi kita sangat jelek, boros dan korup. Birokrasi pemerintah bagaikan kerajaan kecil tanpa kendali, spirit demokrasi belum merasuk dalam sistim birokrasi kita.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Dibawah ini beberapa data yang dapat disajikan sebagai indikasi keadaan birokrasi saat ini:</span><span style="font-family:Arial;">a. <span>  </span>Data dari the political and economic risk consultancy (PERC), April 2006</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span></span><span style="font-family:Arial;"><span><font face="Times New Roman"><span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tahun 1999 sebagai birokrasi terburuk kelima di Asia</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tahun 2000 sebagai birokrasi terburuk kelima di Asia</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tahun 2001 turun lagi menjadi birokrasi terburuk ketiga di Asia</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tahun 2005 semakin merosot menjadi birokrasi terburuk kedua di Asia </span><span style="font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">b. <span>  </span>Catatan empiris hasil survei kompas tentang tingkat kemiskinan (Kompas 31 Agustus 2006)</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></p>
<table border="0" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="border-collapse:collapse;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="295" vAlign="top" style="width:221.4pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;">
<p align="left" style="text-indent:-0.25in;line-height:150%;margin:0 0 0 63pt;" class="MsoNormal"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Medan</span><span style="font-family:Arial;"> :</span></font></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (12,1%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (51,7%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (32,8%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">d.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tidak tahu (3,4%)</font></span></td>
<td width="248" vAlign="top" style="width:186.3pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;"><span><font face="Times New Roman"><span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></font></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Pontianak</span><span style="font-family:Arial;"> : </span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (33,3%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (47,6%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (19,1%)</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="295" vAlign="top" style="width:221.4pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Banjarmasin</span><span style="font-family:Arial;">:</span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (6,3%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (37,5%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (56,2%)</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
<td width="248" vAlign="top" style="width:186.3pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Padang</span><span style="font-family:Arial;">: </span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (18,8%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (27,3%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (54,5%)</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="295" vAlign="top" style="width:221.4pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Jakarta</span><span style="font-family:Arial;">:</span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (6,5%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (37,9%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (53,6%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">d.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tidak tahu (2,5%)</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
<td width="248" vAlign="top" style="width:186.3pt;background-color:transparent;border:#e0dfe3;padding:0 5.4pt;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Yogyakarta</span><span style="font-family:Arial;">: </span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih baik (2,5%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tetap (35%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Lebih buruk (60%)</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span><font size="3">d.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Tidak tahu (2,5%)</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Kemiskinan ini berhubungan langsung dengan jeleknya birokrasi.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">c.<span>   </span>Jumlah Prosedur dan lama waktu perizinan usaha di sejumlah negara berkembang dan maju (Data Koran Tempo 13 Nopember 2004)</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<table border="1" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="border-collapse:collapse;border:medium none;margin:auto auto auto 0.7in;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="132" vAlign="top" style="width:99pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:6pt 0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Negara</font></span></b></p>
</td>
<td width="163" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#e0dfe3;width:1.7in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Jumlah Prosedur</font></span></b></td>
<td width="173" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#e0dfe3;width:1.8in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Waktu (Hari)</font></span></b></td>
</tr>
<tr>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:windowtext 1pt solid;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-family:Arial;"> </span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;"> </span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Malaysia</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Thailand</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Vietnam</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">China</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Filipina</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;">India</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Australia</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span></font><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Perancis</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Jepang</font></span></td>
<td width="163" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:#e0dfe3;width:1.7in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">12</font></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">9</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">8</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">11</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">12</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">11</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">11</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">2</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">10</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">6</font></span></td>
<td width="173" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:#e0dfe3;width:1.8in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">151</font></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">30</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">33</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">56</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">41</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">50</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">89</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">7</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">42</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">21</font></span></td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-family:Arial;">d. <span>  </span>Peringkat korupsi 8 negara di Asia (Sumber International Tranparancy report 2003</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<table border="1" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="border-collapse:collapse;border:medium none;margin:auto auto auto 0.7in;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="114" vAlign="top" style="width:85.5pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p align="center" style="text-align:center;margin:6pt 0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Peringkat</font></span></b></p>
</td>
<td width="181" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#e0dfe3;width:135.9pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Negara</font></span></b></td>
<td width="173" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#e0dfe3;width:1.8in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Skor</font></span></b></td>
</tr>
<tr>
<td width="114" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:windowtext 1pt solid;width:85.5pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">1</font></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">2</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">3</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">4</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">5</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">6</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">7</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">8</font></span></td>
<td width="181" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:#e0dfe3;width:135.9pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Indonesia</span><font face="Times New Roman"><span>       </span><span style="font-family:Arial;"></span></font></font><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Filipina<span>           </span></font></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;"> </span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Thailand</span><font face="Times New Roman"><span>         </span><span style="font-family:Arial;"></span></font></font><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Cina<span>                </span></font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><font size="3"><span></span></font></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Korea Selatan</span></font></p>
<p><font size="3"><span style="font-family:Arial;"></span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Malaysia</span><font face="Times New Roman"><span>  </span></font></font></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Hongkong<span>      </span></font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Singapura<span>      </span></font></span></td>
<td width="173" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#e0dfe3;border-left:#e0dfe3;width:1.8in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><span style="font-family:Arial;"><font size="3">1,9</font></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">2,5</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">3,3</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">3,4</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">4,3</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">5,2</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">8,0</font></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">9,4</font></span></td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-family:Arial;">e. <span>  </span>Hasil jajak pendapat harian kompas pada 16-17 maret 2005</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">sebanyak 62% responden menyatakan bahwa aparat pemerintah belum terbebas dari KKN dalam bekerjanya, dengan demikian masyarakat<span>  </span>sebagai pihak yang seharusnya mendapat pelayanan birokrasi belum puas.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">sebanyak 50% responden mengatakan kerja aparat pemerintah sangat lambat </span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">hampir separoh responden menyatakan layanan aparat pemerintah cenderung berbelit-belit </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"> </span><b><span style="font-family:Arial;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">            </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">MENGAPA PERLU REFORMASI SECARA RADIKAL</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Dengan melihat data-data tersebut diatas, maka reformasi birokrasi saat ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Paling tidak ada 3 alasan mengapa reformasi birokrasi menjadi sebuah keharusan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><i><span style="font-family:Arial;">Pertama </span></i><span style="font-family:Arial;">sebagai keharusan politik. Spirit penyelenggaraan negara paska orde baru adalah pengabdian kepada kedaulatan rakyat berbeda dengan zaman orde baru dimana birokrat sebagai abdi negara yang diorientasikan kepada kepentingan politis semata. Maindset lama yang berpandangan bahwa birokrat harus dilayani dan dihormati publik kini harus dirombak menjadi melayani publik, karena mereka bekerja dengan dibayar dari dana pajak yang dipungut dari rakyat. </span><span style="font-family:Arial;"> </span><i><span style="font-family:Arial;">Kedua</span></i><span style="font-family:Arial;"> sebagai sebuah keharusan ekonomi. Ruh reformasi adalah komitmen untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Komitmen ini telah dituangkan dalam berbagai jenjang peraturan perundangan-undangan. Semua sadar KKN telah membuat ekonomi negara rusak, bangkrut, inefisien dan high cost. Birokrasi selama ini masih dikenal sebagai penyumbang terbesar praktek KKN, dengan demikian birokrasi sebagai penyumbang terbesar kerugian negara, dan ini harus dihentikan.<i></i></span><span style="font-family:Arial;"> </span><i><span style="font-family:Arial;">Ketiga </span></i><span style="font-family:Arial;">tuntutan globalisasi. Interaksi global yang mekin terbuka dan intensif mensyaratkan performa birokrasi yang profesional, cekatan, efisien, dan efektif. Performa birokrasi dapat berdampak langsung bagi kegairahan investasi. Investor, baik domestik maupun asing, akan bersemangat mengembangkan usaha bila berhubungan dengan birokrasi yang profesional. Sebaliknya,<span>  </span>investor akan malas-malasan bahkan bisa akan angkat kaki dari Indonesia bila berinteraksi dengan birokrasi yang berbelit-belit, lamban, korup serta banyak menuntut biaya tinggi. Saat ini, kita membutuhkan banyak investasi untuk mendinamisir pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Sehingga angka pengangguran bisa ditekan, kemiskinan bisa diatasi, dan kesejahteraan lahir batin masyarakat bisa diwujudkan. Maka sekali lagi, reformasi birokrasi tidak bisa ditawar lagi.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">            </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">PENDEKATAN TEORI</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">Untuk melakukan sebuah perubahan yang sangat mendasar diperlukan beberapa pendekatan terhadap teori-teori yang mungkin relevan sebagai sarana mencari solusi terbaik.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Dibawah ini diuraikan teori-teori pendukung perubahan yang ingin dicapai.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><br />
</span> <span style="font-family:Arial;">a. Gareth R. Jones dan Jenifer M. George dalam Contemporary Management</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">1) <span>  </span>Chapter 14, dalam chapter ini dapat disarikan sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Memanage grup/team agar epektif dan efisien antara lain :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">       </span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Bagaimana memotivasi anggota untuk mencapai tujuan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">       </span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Mengurangi kecemburuan sosial dalam grup</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">       </span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Membantu grup memanage konflik</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Kunci agar internal management team menjadi efektif :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Beri rasa tanggung jawab yang cukup agar mandiri</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tugas yang diberikan kepada team agar dapat menumbuhkan beberapa macam jalan keluar terbaik</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Seleksi anggota dengan hati-hati untuk melihat kemampuan dan semangat</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Manager harus memberi pengarahan, latihan dan bukan hanya mengawasi<br />
      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Siapkan pelatihan yang diperlukan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Team harus dievaluasi performancenya</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Kepemimpinan group :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Kepemimpinan epektif adalah rumus kunci dari tingginya performance grup, team dan organisasi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">      </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Formal grup dibentuk oleh organisasi dan memiliki seorang pemimpin yang ditunjuknya</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">     </span><span><font face="Times New Roman">-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Grup yang muncul dari sebuah independen dalam sebuah organisasi memiliki pemimpin informal yang diakui grup</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">2) <span>  </span>Chapter 15, dalam chapter ini dapat disarikan sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Pentingnya komunikasi yang baik :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Meningkatkan efisiensi terhadap teknologi baru dan kemampuan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Meningkatkan kualitas dan produk dari service</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Meningkatkan tanggung jawab dan respon terhadap costumer</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Menambah inovasi lewat komunikasi</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">3) <span>  </span>Chapter 16, dalam chapter ini dapat disarikan sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Konflik dalam organisasi :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Konflik yang timbul muncul karena tujuan, kepentingan atau nilai dari individu yang berbeda tidak bisa disatukan, dan kadang menghalangi kinerja masing-masing dalam rangka mencapai tujuan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Konflik tak bisa dihindari karena luasnya tujuan untuk masing-masing anggota organisasi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">- <span>    </span>Konflik dapat menjadi hal yang positif bila dimanage dengan baik</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">4) <span>  </span>Chapter 17, dalam chapter ini diuraikan tentang pentahapan perubahan organisasi<span>  </span>dalam empat tahap sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Tahapan perubahan organisasi :</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Penilaian, perlunya perubahan </font></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Pengenalan masalah</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Identifikasi sumber masalah</span></font></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Memutuskan perubahan yang akan dibuat</font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Memutuskan apa masa depan terbaik untuk organisasi</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Identifikasi masalah yang akan diambil</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Implementasi perubahan</font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Memutuskan apakah perubahan itu dari atas kebawah atau sebaliknya</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Mengenalkan dan memanage perubahan</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Evaluasi perubahan</font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Membandingkan setelah dan sebelum perubahan</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Menentukan mana yang tebaik</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-family:Arial;">b. <span>  </span>Teori Reedukatif dari Kurt Lewin</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Menurut teori ini, orang tidak akan berubah semata-mata karena diminta, kecuali jika kebutuhan untuk berubah dijelaskan dan terdaftar konsensus bahwa perubahan dalam diusulkan merupakan suatu pembalikan peristiwa secara mengagumkan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Beberapa prinsip kunci Reedukasi :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Melalui sebuah proses, ini berarti<span>  </span>bahwa keyakinan dari prilaku orang yang menjadi target perubahan diketahui secara pasti oleh manager perubahan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Harus menyentuh budaya </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Harus ada keterlibatan mereka yang menjadi sasaran perubahan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Harus didukung oleh faktor lingkungan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Harus ada keterlibatan peran kelompok</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Pelatihan secara intensif</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">c. Teori Jeff Davidson</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Menurut teori ini, orang berubah ketika merasakan bahwa perubahan memang ditunjukkan untuk kepentingan terbaik mereka</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Perubahan benar-benar siap digulirkan ketika individu mengadopsi sistem nilai dan keyakinan kelompok yang mendorong perubahan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Para</span><span style="font-family:Arial;"> target perubahan lebih mungkin untuk menerima perubahan seandainya mereka dapat berpartisipasi dalam perencanaan dan eksekusi perubahan itu</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Reedukasi dapat terjadi apabila para target perubahan telah “mencair” dan mau menerima informasi, pandangan, dan metode baru.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">d. <span>  </span>Ciri umum good governance menurut Willy R. Tjandra</span><span style="font-family:Arial;">Menurut Willy R. Tjandra good governance memiliki 8 ciri umum, yaitu : akuntabilitas, transfaransi, keadilan, penerapan hukum, efektifitas dan efisiensi, responsibilitas, pendekatan konsensus dan partisipasi publik. Hal ini dianggap banyak kalangan dapat menjamin mengurangi tingkat korupsi, keterwakilan, terakomodasi dan responsif atas kebutuhan masyarakat.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">e. Teori Klitgaard mengatakan bahwa secara umum pola yang menjadi penyebab merebaknya korupsi dapat diungkapkan dengan rumus sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">C = M + D – A</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">C : coruption</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">M : monopoly of power</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">D : discretion by officials</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">A : accountability</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><b><span style="font-family:Arial;"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">            </span></span></span></b><b><span style="font-family:Arial;">KONSEP REFORMASI BIROKRASI</span></b></p>
<p><b><span style="font-family:Arial;"></span></b><span style="font-family:Arial;">a. <span></span>Konsep Umum</span><span style="font-family:Arial;">Dari beberapa pendekatan teori diatas kita dapat mengambil intisarinya untuk dijadikan sebagai acuan dan pedoman untuk membuat sebuah konsep yang memadai dalam rangka reformasi birokrasi.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Setidaknya ada 5 (lima) prinsip yang ditawarkan agar proses perubahan ini berjalan sesuai rencana.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Negara harus mampu mendesign ulang struktur dan kultur organisasinya agar siap dan mampu menjadi katalisator bagi institusi lainnya untuk menjalin sebuah kemitraan yang kokoh, otonom dan dinamis.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Kekuasaan yang dimiliki negara harus ditransformasikan dari yang semula dipahami sebagai kekuasaan menjadi kekuatan menyelenggarakan kepentingan, memenuhi kebutuhan, dan menyelesaikan masalah publik.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Dalam konsep apapun yang dibangun negara harus tetap bermain sebagai figur kunci namun tidak mendominasi serta memiliki kapasitas mengkoordinasi (bukan memobilisasi) institusi-institusi semi dan non pemerintah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Negara, LSM, dan masyarakat lokal merupakan aktor-aktor, memiliki posisi dan peran yang saling menyeimbangkan </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Negara harus mampu meningkatkan kualitas responsivitas, adaptasi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan kepentingan, pemenuhan kebutuhan, dan penyelesaian masalah publik.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span>b.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Sasaran yang ingin dicapai </span><span style="font-family:Arial;">Sasaran yang ingin dicapai adalah birokrat KEE (Kecil Efektif Efisien),<span>  </span>dengan kualitas sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Transparan, akuntable, bersih dan bertanggung jawab serta dapat menjadi pelayan masyarakat, abdi masyarakat dan teladan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Memiliki organisasi yang kaya fungsi, ramping struktur, efisien dan efektif, dengan aparatur yang profesional, netral, sejahtera, tertib ketatalaksanaan, koordinasi baik dan bebas KKN</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>c.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Pelaksanaan Konsep</span><span style="font-family:Arial;">Dalam pelaksanaannya diperlukan segala upaya dan usaha untuk mengaplikasikan konsep umum tersebut diatas yang terdiri dari : merubah mindset, upaya pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas moral dan restrukturisasi birokrasi.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>1)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Merubah Mindset </span><span style="font-family:Arial;">Dari teori-teori tersebut diatas maka merubah pola fikir manusia merupakan hal yang paling utama.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Bad Governance yang selama ini terjadi dalam birokrasi publik merupakan hasil sebuah proses interaksi yang komplek dari akumulasi masalah yang telah lama melekat dalam kehidupan birokrasi publik.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">MINDSET yang salah selama ini telah mengilhami perilaku birokrasi publik, MINDSET ini menyangkut misi dari keberadaan birokrasi publik itu sendiri, jati diri, fungsi dan aktivitas yang dilakukan birokrasi dalam kegiatannya sehari-hari.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Perubahan MINDSET harus menjadi sebuah kewajiban bila kita ingin mewujudkan perilaku baru dari birokrasi publik dan melahirkan sosok pejabat publik yang berbeda dengan sekarang. </span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Misi utama birokrasi kolonial (yang masih diterapkan sekarang) adalah untuk mempertahankan kelangsungan kekuasaan pemerintah kolonial. Banyak prosedur, norma, tradisi yang masih melekat dan dipakai sampai sekarang.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">MINDSET baru harus berupa mengembangkan budaya baru yang sesuai dengan visi dan misi birokrasi sebagai AGEN PELAYANAN PUBLIK. Nilai tradisi dan misi birokrasi publik sebagai agen pelayanan harus ditumbuhkembangkan pada semua pejabat birokrasi.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>2)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Pemberantasan Korupsi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Untuk mengembangkan strategi pemberantasan korupsi secara tepat perlu terlebih dahulu memahami akar permasalahan dalam setiap kontek sosial. Menurut Klitgaard secara umum pola yang menjadi penyebab merebaknya korupsi dapat diungkapkan dengan rumus sebagai berikut :</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">C = M + D – A</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">C = corruption</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">M = monopoly of power</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">D = discretion by officials</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">A = accountability</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Peluang untuk melakukan korupsi cenderung meningkat jika seseorang memiliki monopoli atas kekuasaan dan diskresi (keleluasaan bertindak). Tetapi peluang korupsi dapat ditekan jika mekanisme akuntabilitas dapat ditingkatkan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Dengan demikian pemegang monopoli atas barang dan jasa dan memiliki wewenang untuk memutuskan harus DIPERSEMPIT dan akuntabilitas harus tetap DILAKSANAKAN DENGAN KETAT.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Menyingkirkan orang-orang yang tidak jujur, evaluasi riwayat pekerjaan dan mengadakan tes integritas</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Optimalisasi penerimaan SDM terutama kecakapan menyeleksi akuntan, auditor dan analis sistem</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Manfaatkan jaminan atas kejujuran dari luar (LSM, Lembaga Pengawas, ICW dll)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span><font face="Times New Roman">•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></font></span><span style="font-family:Arial;">Memperberat hukuman formal (berlakukan hukuman mati) untuk memberikan efek jera</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>3)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Peningkatan kualitas moral</span><span style="font-family:Arial;">Agar restrukturisasi dan pemberantasan korupsi efektif dan efisien maka penguatan harus dilakukan melalui peningkatan moral, religi dan etika pada para pelaku birokrasi (Prof. Dr. HM. Sidik Priadana, MS)</span><span style="font-family:Arial;">Agenda pemberantasan korupsi selain dengan menempuh jalan penegakkan hukum juga perlu membereskan mentalitas yang buruk. Dalam kaitan mental mekanisme hukum memang berguna untuk meredam improvisasi mental buruk. Tapi sistim hukum hanya menyentuh permukaan, bila instrumen hukum gagal mengendus maka perilaku korup akan tetap bergerak secara kucing-kucingan. Akan lebih komprehensif kalau solusi permukaan dengan jalur hukum dilengkapi dengan solusi mental untuk perbaikan dari dalam jiwa manusia sehingga semangat perbaikan itu betul-betul lahir dari kesadaran yang mendalam. </span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;">Upaya ini dapat<span>  </span>dilakukan melalui kursus, training dan pelatihan-pelatihan leadership.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>4)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Restrukturisasi Birokrasi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Jelas bahwa kelemahan mendasar dalam perbaikan birokrasi pemerintahan adalah implementasinya. Perbaikan itu harus dipraktikkan, bukan sekedar diwacanakan, dianjurkan, diintruksikan, diundangkan dan sejenisnya. Harus ada konsep operatif dengan tahapan-tahapan yang tepat, akurat, dan mungkin untuk dilakukan. Sasaran dan target pada setiap tahapan harus ketat dan dibarengi dengan contoh (role model) dari pimpinan. Dan harus dikawal dengan penjaminan dan kendali mutu, lengkap dengan reward and punishment yang tegas, jelas dan adil.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>a)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Buat segera blue print atau rencana induk (grand design) tentang perubahan struktur organisasi pelayanan dan lengkapi dengan payung hukum dan batas waktu tanpa kompromi atau toleransi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>b)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Pensiunkan para pemimpin/manager yang tidak memiliki komitmen terhadap restrukturisasi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>c)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Cegah inefisiensi, baik yang tergolong penyimpangan maupun yang tidak </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>d)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Jabatan eselon I dan eselon II harus dipegang oleh leader manager yaitu birokrat atau pejabat yang memahami, menghayati dan mempraktekkan management leadership</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>e)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Wujudkan segera standar kinerja dan indikator keberhasilan yang konkrit, jelas, dapat dipraktekkan, dan dapat diukur dengan mekanisme pengendalian yang efektif, efisien dan tepat sasaran</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span>f)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Peningkatan gaji pegawai secara selektif dan signifikan sesuai standar hidup</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span>g)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><span><span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Rubah sistem pendidikan dari pendekatan kekuasaan menjadi pendekatan pelayanan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>h)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">        </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Melakukan evaluasi terus menerus secara berkesinambungan yang sesuai dengan tujuan yang dikehendaki</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span>d.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Tahapan perubahan (4 tahun)</span><span style="font-family:Arial;">Reformasi birokrasi dicanangkan dalam 4 (empat) tahap selama empat tahun dimaksudkan agar pemerintah hasil pemilihan umum/presiden dapat mengaplikasikannya pada kurun waktu jabatannya</span><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman">                                                                </font><span style="font-size:10pt;line-height:200%;"><font face="Times New Roman">Tahap 1 <span>                             </span>Tahap 2<span>                                  </span>Tahap 3<span>                                  </span>Tahap 4</font></span></p>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Penilaian, perlunya perubahan </font></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Pengenalan masalah</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Identifikasi sumber masalah</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Memutuskan perubahan yang akan dibuat</font></span><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Memutuskan apa masa depan terbaik untuk organisasi</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Identifikasi masalah yang akan diambil</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Implementasi perubahan </font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Memutuskan apakah perubahan itu dari atas kebawah atau sebaliknya</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Mengenalkan dan memanage perubahan</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<table width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#e0dfe3;">
<div><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman">Evaluasi perubahan </font></span><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Membandingkan setelah dan sebelum perubahan</span></font></div>
<div><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;"><span>•<span style="font:7pt 'Times New Roman';">    </span></span></span><span style="font-size:10pt;">Menentukan mana yang tebaik</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"></font><font face="Times New Roman"></font><font face="Times New Roman"></font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"><span>                           </span>6 bulan<span>                                        </span>36 bulan<span>                       </span>6 bulan</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-family:Arial;"><span>e.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-family:Arial;">Asumsi</span><span style="font-family:Arial;">Dalam mengaplikasikan konsep tersebut diatas, diasumsikan bahwa pemimpin perubahan harus memiliki otoritas penuh lintas departemen untuk membuat dan mengaplikasikan kebijakannya</span></p>
<p align="left" style="text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 99pt;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=4&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/birokrasi-kita-perlu-direformasi-secara-radikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerapan Strategi Generik di dalam Organisasi/ Perusahaan</title>
		<link>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/penerapan-strategi-generik-di-dalam-organisasi-perusahaan/</link>
		<comments>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/penerapan-strategi-generik-di-dalam-organisasi-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 17:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cucu Sukmana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cucusukmana.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Strategi generik merupakan salah satu pendekatan strategi yang dimunculkan oleh Michael Porter, di mana strategi itu ada 3 kategori, yaitu cost leadership, differentiation, serta focus, yang dikenal dengan istilah Porter’s generic strategy.
Penerapan strategi generik bagi organisasi dan perusahaan tidak dapat disamaratakan. Masing-masing perusahaan memiliki karateristik yang berbeda. 
1. Aplikasi dalam bidang Perbankan
Sebagai contoh dalam dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=3&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:0.5in;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Strategi generik merupakan salah satu pendekatan strategi yang dimunculkan oleh Michael Porter, di mana strategi itu ada 3 kategori, yaitu cost leadership, differentiation, serta focus, yang dikenal dengan istilah Porter’s generic strategy.</font></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Penerapan strategi generik bagi organisasi dan perusahaan tidak dapat disamaratakan. Masing-masing perusahaan memiliki karateristik yang berbeda. </font></span></p>
<p><span></span><b><span><font face="Times New Roman">1. Aplikasi dalam bidang Perbankan</font></span></b></p>
<p><b><span></span></b><span><font face="Times New Roman">Sebagai contoh dalam dunia perbankan,<span>  </span>Bank-bank yang unggul dalam jangka panjang adalah bank yang menekankan pada cost leadership. Artinya layanannya murah, bunga pinjamannya murah. Bank-bank murah itu ternyata jauh lebih unggul dibanding bank yang memakai strategi gado-gado atau istilahnya <i>stuck-in-the-middle</i>. <span id="more-3"></span>Namun bank yang <i>stuck-in-the-middle</i> (strategi berupa mengikuti strategi para pesaingnya saja) ini ternyata masih lebih unggul dibanding bank yang memilih salah satu strategi apakah diferensiasi atau focus.</font></span><span><font face="Times New Roman">Hal memberi informasi, pada industri perbankan ternyata sangat sulit mengajak nasabah untuk membayar lebih agar mendapat pelayanan yang lebih bervariasi, yang lebih tinggi. Mereka inginnya mendapat bunga yang rendah ketika akan pinjam uang. Bahkan kenyamanan yang ditingkatkan, satpam yang ramah, pegawai yang cantik-cantik ternyata tidak mampu mendongkrak kinerja keuangan dalam jangka panjang. </font></span></p>
<p><span></span><b><span><font face="Times New Roman">2. Aplikasi dalam bidang Teknologi Informasi</font></span></b></p>
<p><b><span></span></b><span><font face="Times New Roman">Sebagian besar masyarakat bisnis masih meyakini teori Manajemen Strategik populer dari Begawan Michael Porter sebagai salah satu teori yang masih</font></span><span><font face="Times New Roman">relevan saat ini. Porter yakin bahwa untuk mampu memenangkan persaingan,suatu perusahaan harus memiliki minimal satu dari 3 strategi generik:</font></span><span><font face="Times New Roman">Menjadi Cost-leader, Melakukan diferensiasi, dan Fokus mengincarCeruk-pasar tertentu (niche).</font></span><span><font face="Times New Roman">Sebelum adanya TI, barangkali teori &#8220;pilih satu&#8221; ini masih dapat dianggap benar. Karena kenyataannya, kadang-kadang TI malah dapat membantu perusahaan melakukan ketiga-tiganya sekaligus. Dell.com dan Amazon.com misalnya, sembari memangkas proses bisnis menjadi sangat efisien, juga membuat biaya operasinya juga menjadi murah. Demikian pula diferensiasinya sangat menawan. Pelayanan belanja via Amazon sangatlah individualized, customer-oriented, sarat informasi berharga sebagai panduan membeli, lengkap informasinya, dan harganya lebih murah.</font></span><span><font face="Times New Roman">Bagi sebagian perusahaan, TI merupakan diferensiasi penting, tapi perlu diingat pula bahwa diferensiasi amat terkait dengan keunikan. Dengan kata lain, apabila diferensiasi Anda dengan mudah ditiru pesaing Anda, maka hilanglah diferensiasi Anda tersebut karena menjadi tidak unik lagi. Contoh termudah adalah pemberian fasilitas e-mail yang tadinya menjadi killer-apps dan diferensiasi, tetapi karena mudah ditiru maka menjadi tidak unik lagi karena semua situs dotcom mulai menawarkan fasilitas e-mail gratis.</font></span></p>
<p><span></span><b><span><font face="Times New Roman">3. Aplikasi dalam bidang Pemasaran UKM</font></span></b></p>
<p><b><span></span></b><font face="Times New Roman"><span style="letter-spacing:0.1pt;">Menurut HALOMOAN TAM BA(2004) di</span><span> dalam aktifitas usaha kecil menengah (UKM), strategi generik dari Porter digunakan untuk meningkatkan daya saing. .<span style="letter-spacing:0.2pt;">Michael E.Porter, Professor di Harvard Business School sekaligus Konsultan Perusahaan-Perusahaan Besar dan pernah sebagai penasehat Presiden AS dalam bidang Daya Saing Industri juga mengingatkan para pengambil keputusan di pemerintahan mengenai dampak dari kebijakan pemerintah terhadap peningkatan daya saing suatu negara. Menurut Porter bahwa kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi keunggulan bersaing nasional secara positif maupun negatif. Kebijakan tersebut akan positif bila mampu menstimulasi dan mengcreate suatu lingkungan dimana perusahaan dapat mengupgrade keunggulan bersaing dalam suatu industri. Caranya, perkenalkan tehnologi canggih (sophisticated technology) dan metode serta penetrasi segmen pasar yang lebih maju (advanced). Sebaliknya, kebijakan tersebut menjadi negatif bila regulasi yang dikeluarkan pemerintah cenderung bertentangan dengan zaman (unusual or anachronistic) sehingga perusahaan lokal bingung atau mengalihkan usahanya dari pasar internasional.</span></span></font><span style="letter-spacing:0.2pt;"><font face="Times New Roman">Porter juga mensitir bahwa keunggulan bersaing berdasarkan sumber daya yang melimpah, tenaga buruh yang murah, dan atau mendevaluasi mata uang biasanya berkaitan dengan produktivitas yang rendah dan itu populer tidak akan bertahan lama. Untuk jangka panjang, keunggulan bersaing hanya diraih melalui produktivitas yang tinggi, technologi yang lebih maju, membangun investasi dekat dengan pelanggan, dan skala ekonomi yang bertumbuh dari kehadiran pasar global. Oleh sebab itulah, kebijakan pemerintah harus meletakkan fondasi untuk mengupgrade keunggulan bersaing UKM.</font></span><span style="letter-spacing:0.2pt;"><font face="Times New Roman">Untuk meraih kesuksesan bersaing, Porter sangat menekankan bahwa perusahaan dari suatu negara harus memiliki suatu keunggulan bersaing apakah dalam bentuk biaya rendah (lower cost) atau produk yang berbeda atau u n i k (diffrenciated product). Ditambahkan, agar keunggulan yang dimiliki berkelanjutan maka perusahaan harus menyediakan produk dan jasa yang berkualitas tinggi dan dikelola secara effisien. Ini berarti, produktivitas UKM harus terus ditingkatkan sepanjang waktu.</font></span><font face="Times New Roman"><span style="letter-spacing:0.2pt;">Teori bersaing yang dipopulerkan Michael E Porter di atas dapat diadopsi untuk mencari format kebijakan pemerintah yang tepat sasaran bagi peningkatan akses pemasaran UKM. Untuk itu pemerintah harus secara seksama melakukannya. Strategi generik (generic strategies) yang dipilih hendaknya sesuai dengan kondisi UKM sebagai pelaku bisnis. Keunggulan bersaing yang dimiliki UKM harus ditempatkan pada lingkungan yang tepat. </span><span style="letter-spacing:0.2pt;">Kombinasi keunggulan bersaing (competitive advantage) dan lingkungan bersaing (competitive scope) inilah yang disebut Strategi generik. </span></font><span><font face="Times New Roman">Setiap sektor ekonomi ataupun industri sudah barang tentu berbeda domainnya dan keunggulan yang dimiliki. Dengan demikian strategi generik yang akan diterapkanpun akan berbeda. Sebagai contoh, Minyak Nilam (Patchouli Oil) dan Minyak Pala (Nutmeg Oil). Untuk kedua jenis minyak atsiri ini, Indonesia memangsa pasar di pasaran dunia sebesar 90 % untuk Nilam dan 75 % untuk Pala.5.</font></span><font face="Times New Roman">Untuk kedua produk ini, Indonesia dapat menerapkan strategi generik Cost Leadershhip, yaitu dengan biaya rendah dan jangkauan bersaingnya sangat luas (seluruh dunia). Harap diingat bahwa strategi biaya rendah tidak boleh mengorbankan kualitas produk ataupun pelayanan. Menurut penulis hal ini dapat diterapkan oleh Indonesia karena Tuhan maha baik memberikan keunggulan alam dan iklim bagi Indonesia sehingga Nilam dan Pala dapat tumbuh di Republik ini dengan kualitas yang terbaik tanpa disentuh oleh teknologi canggih. Produk UKM lainnya seperti Handycraft, sebaiknya diarahkan ke strategi generik focused differentiation yaitu keunggulan <span style="letter-spacing:-0.05pt;">bersaing dengan keunikan produk pada</span><span style="letter-spacing:0.1pt;"> lingkup yang relatif kecil. </span><span style="letter-spacing:0.1pt;">Perusahaan yang memiliki keunikan produk sering menerima harga yang sangat tinggi.</span></font><font face="Times New Roman"><span style="letter-spacing:0.1pt;">Apabila sudah dapat diidentifikasi </span><span>strategi generik dimaksud , maka tugas<span style="letter-spacing:0.1pt;"> </span>berikutnya adalah meninventarisir para<span style="letter-spacing:0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.25pt;">pelaku UKM yang bergerak dalam bidang</span><span style="letter-spacing:0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">industri tersebut. Dengan mensinergikan</span><span style="letter-spacing:0.1pt;"> </span><span style="letter-spacing:-0.2pt;">strategi generik dan UKM sebagai pelaku</span><span style="letter-spacing:0.1pt;"> bisnis, maka pemerintah relatif lebih </span>mudah melakukan akses dan penetrasi<span style="letter-spacing:0.1pt;"> pasar bagi UKM.</span></span></font><b><span style="letter-spacing:0.1pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span></b></p>
<p><b><span style="letter-spacing:0.1pt;"></span></b><b><span style="letter-spacing:0.1pt;"><font face="Times New Roman">Sumber :</font></span></b></p>
<p><b><span style="letter-spacing:0.1pt;"></span></b><font face="Times New Roman"><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"><a href="http://www.itpin.com/blog/2007/01/22/inovasi-yang-berfokus-pada-strategi/">http://www.itpin.com/blog/2007/01/22/inovasi-yang-berfokus-pada-strategi/</a></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;">HALOMOAN TAM BA,2004, Mencari Format Kebijakan Pemasaran UKM</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"></span></font><font face="Times New Roman"><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="color:black;">Samuel, dotnet@netindonesia.net</span></font><span style="color:black;letter-spacing:0.1pt;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cucusukmana.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cucusukmana.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cucusukmana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cucusukmana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cucusukmana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cucusukmana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cucusukmana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cucusukmana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cucusukmana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cucusukmana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cucusukmana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cucusukmana.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cucusukmana.wordpress.com&blog=2865203&post=3&subd=cucusukmana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cucusukmana.wordpress.com/2008/02/14/penerapan-strategi-generik-di-dalam-organisasi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2cf141cf521b74cfe44d51b8c02ae366?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cucu sukmana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>