Archive for November, 2013

Mengenal Dasar Kecerdasan Manusia

8 November, 2013

Anda mungkin sudah tidak asing dengan namanya Kecerdasan Manusia. Jika pada awalnya kecerdasan manusia hanya diukur dari kecerdasan pikiran atau IQ (Intelligence Quotients), Namun kecerdasan ini mengalami pergeseran dimana kecerdasan manusia tidak lagi mampu diukur hanya melalui kecerdasan pikiran namun banyak lagi kecerdasan lain yang turut mempengaruhi kesuksesan seorang anak manusia.

 
Untuk itu Tidak perlu berpanjang lebar, tulisan ini akan mengantarkan kita Mengenal Dasar Kecerdasan Manusia yang memberikan andil dalam membentuk manusia sejati. Kecerdasan tersebut adalah antara lain :
 
  1. IQ (Intelligence Quotients) Kecerdasan yang dikenal awal sebagai bentuk ukuran kecerdasan yang berupa kemampuan manusia untuk berpikir, menalar dalam hal ini lebih menggunakan akal atau pikiran dan biasanya kita sebut orang yang pintar. lebih banyak dikembangkan oleh tokoh-tokoh dari negeri Barat.  selengkapnya tentang IQ
  2. EQ (Emotional Quotients) ternyata pintar secara pikiran saja tidak mampu membuat manusia menjadi sukses. Ada juga yang pintar-pintar namun mampu menjadi sukses, ini yang kita kenal kemudian dengan Kecerdasan Emosional. Kecerdasan ini dapat meliputi tentang semangat, ketekunan, pengendalian diri,menjaga hubungan baik dengan sesama lainnya. selengkapnya tentang EQ
  3. (Spiritual Quotients) kemudian muncul lagi kecerdasan spiritual yakni yang kita kenal dengan kecerdasan jiwa, bahwa ada hal lain turut mempengaruhi kesuksesan seseorang yaitu kemampuan individu untuk memaknai kehidupan dari hati dengan ketenangan dan kedamaian hati serta kedekatan dengan Sang Maha Pencipta. selengkapnya tentang SQ
  4. ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) Kecerdasan emosi dan spiritual merupakan gabungan kecerdasan emosi dan spiritual. Kedua kecerdasan ini membentuk kesuksesan dengan kemampuan menyeimbangkan antara hubungan kepada Sang Maha Pencipta dengan hubungan sesama manusia.

******(sumber: sahabat Indonesia Bangkit)

Advertisements

Politik Pencitraan Mendekati Kemunafikan

8 November, 2013
Anda tentu sudah mengetahui politik pencitraan itu baik yang dibangun melalui kampanye positif yang dibangun oleh sang calon untuk meningkatkan popularitasnya maupun kampanye negatif yang dibangun untuk menjatuhkan lawan sang calon. Untuk itu tulisan ini hanya untuk mengingatkan kita semua semua bahwa politik pencitraan tersebut mendekati kemunafikan.
Politik pencitraan mulai menggeliat saat kita mengenal pemilihan langsung oleh masyarakat. Presiden, Gubernur dan Bupati Walikota langsung dipilih oleh masyarakat yang sebelumnya dipilih oleh DPR/DPRD. Perubahan ini tentu membuat figur calon sangat menentukan dalam kemenangan sehingga memuncul politik pencitraan sehingga figur calon menjadi lebih dikenal oleh masyarakat. Media, Iklan, baliho slogan, visi misi normatif dibangun untuk memperkuat politik pencitraan sang calon sehingga layak jual di masyarakat.
Munafik sendiri menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua. Untuk dapat diringkas bahwa munafik itu adalah orang suka berbohong, agama apapun baik Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, Budha maupun Konghucu melarang kita untuk bersikap munafik. Anda pun sudah dapat pula membayangkan seperti apa jika seorang pemimpin mempunyai sifat munafik? Dan seperti apa ciri-ciri orang munafik Andapun tentu tahu. Anda pun tentu tidak ingin dipimpin oleh orang yang munafik. Ucapan, dan tindakannya penuh kepalsuan dan tidak ada yang dapat dipercaya. Mungkin lagu munafik dari GIGI bisa mengingatkan kita, dan hal ini pula yang menyebabkan kenapa kita lebih konsen terhadap kontrak politik dari pada janji politik.
Sebagaimana telah Anda baca diatas bahwa politik pencitraan dibangun bisa melalui kampanye positif (Kampanye putih )ataupun kampanye negatif (kampanye hitam). Jika kampanye hitam tentu Anda sepakat bahwa hal ini jelas dilakukan oleh orang-orang yang munafik dan penuh kebohongan, karena informasi yang dikembangkan adalah kejelekan, kekurangan seseorang yang dekat dengan fitnah dan belum jelas tentang kebenarannya.
Sedangkan kampanye positif atau citra positif yang dibangun untuk meningkatkan popularitas sang calon, apakah dapat dikatakan kampanye positif juga dekat dengan kemunafikan? Untuk hal ini jawabannya tentu dekat dan tidak dekat . Dekat dengan kemunafikan jika citra positif itu dibangun atas dasar kebohongan, dimana citra positif dibangun secara berlebih-lebihan dan tidak menggambarkan jati diri sebenarnya calon pemimpin tersebut. Membuat janji-janji politik yang tidak direalisasikan, membuat visi misi yang dia sendiri belum dapat membayangkan seperti apa ujungnya. Berbuat atau berperilaku yang bertujuan untuk menarik simpat masyarakat padahal aslinya tidak demikian dan bahkan saat setelah terpilih perilaku positif untuk menarik simpati tadi malah ditinggalkan. Kalau boleh kita ambil contoh seperti prilaku dermawan yang mendadak, Perilaku mendadak ramah dengan masyarakat dan banyak lagi yang dapat Anda amati, termasuk kondisi calon pemimpin yang seakan-akan dia teraniaya padahal kondisi itu memang diciptakan sendiri..
Sedangkan kampanye positif yang tidak dekat dengan kemunafikan adalah politik pencitraan yang dibangun atas dasar kewajaran dan sesuai dengan jati diri calon pemimpin tersebut. Bagaimana perilakunya sehari-sehari demikianlah hal tersebut ditampilkan. Misalkan sehari-harinya memang suka berderma dan ketika menjelang pemilihan dia dikampanyekan dermawan, biasanya suka blusukan dan dekat dengan masyarakat dan ketika kampanye dia blusukan dan dekat masyarakat tentu kita memandang ini sebagai sebuah hal yang wajar.
Dan mudah-mudahan Anda juga sepakat bahwa kampanye positif yang satu ini bisa kita katakan tidak dekat dengan kemunafikan walaupun perbuatan, ucapannya tidak mencerminkan perbuatannya selama ini. Namun sang calon mempunyai niat untuk memperbaikinya dan merubahnya sehingga perbuatannya selama masa kampanye tersebut memang tersu dijalankannya selama masa dia terpilih sebagai pemimpin. Kita contohkan seorang calon pemimpin yang selama ini tidak dekat dengan masyarakat, menjelang mau kampanye atau dekat dengan pemilihan mendadak sang calon menyapa masyarakat kepasar, ke kawasan kumuh namun setelah dia terpilih perbuatannya ini tetap diteruskannya selama dia menjabat setelah terpilih.

Dari hal diatas dapat kita simpulkan dan mudah-mudahan Anda juga sepakat bahwa Politik Pencitraan sangat dekat dengan kemunafikan sehingga sudah saatnya dihindari terutama menjelang Pemilu 2014 dan Pilpres 2014. Akan tetap bukan berarti politik pencitraan dihilangkan karena masih ada poin positifnya dan boleh dikatakan tidak dekat dengan kemunafikan. Namun hal ini perlu dijaga jangan sampai kita dikecewakan sehingga perlu adanya kontrak politik tidak sekedar janji politik demi terwujudnya Indonesia baru dengan berubah dan bangkit.

Bagaimana menurut anda setujukah Anda dengan tulisan ini, jika ada hal yang kurang atau lebih silakan disampaikan karena hal ini untuk kepentingan bersama agar masyarakat menjadi lebih terbuka dalam menatap Pemilu dan Pilpres 2014 tidak terbawa oleh politik pencitraan yang dikondisikan oleh sekelompok golongan tanpa memandang kepentingan dan kemaslahatan umum.

******(sumber: media cara Indonesia Bangkit)

Dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap masyarakat

8 November, 2013

a. Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis

1. Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.

Solusi :
Ketergantungan dapat ditanggulangi atau diminimalisasikan dengan adanya bantuan dari lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik dari pada yang ditawarkan oleh komputer. Serta memberikan motivasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga, traveling, bersosialisasi dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.

2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku
agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan

Solusi :
Dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi dengan adanya peran serta dari orang tua. Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya. Seperti memasang software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. Mengatur peletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Memberikan batasan waktu dan jadwal dalam penggunaan komputer.

3. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.

4. Antisocial Behavior
Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.

Solusi:
Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.

b. Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan

1. Malas belajar dan mengerjakan tugas

Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan memaksimalkan peran serta orang tua dalam memberikan perhatian, pengertian dan membimbing anak-anak dalam belajar dan bermain. Sehingga bila anak-anak dirasa sudah berlebihan dalam menggunakan komputer orang tua bisa segera membatasi dan mencegah terjadinya ketergantungan.

2. Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami

perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.

Solusi :
Solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut yaitu dengan menyeimbangkan antara penggunaan tulisan manual dengan mengetik di komputer. Cobalah untuk tidak hanya mengandalkan komputer untuk membuat suatu text, karena perlu disadari bahwa tidak selamanya kita dapat mengandalkan teknologi. Teknologi hanyalah seperangkat alat yang bisa saja tiba-tiba terjadi kerusakan ataupun error, yang dimana pada saat itu kita tidak dapat lagi mengandalkannya, sehingga kita juga harus dapat menyeimbangkan antara penggunaan secara manual dengan penggunaan teknologi.

******(sumber: Media Kompas)

Menjaga Kesehatan Gigi

8 November, 2013

Untuk menjaga gigi dan mulut tetap sehat, beberapa hal yang kadang terdengar remeh-perlu dilakukan. Berikut tips soal bagaimana merawat gigi Anda:

1. Gosoklah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi? Setelah makan pagi dan sebelum tidur.

2. Sekali dalam seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi.

3. Sikat gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi.

4. Berhati-hati dalam menggunakan pemutih gigi.

5. Pilih sikat gigi yang mempunyai bulu sikat lembut.

6. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula seperti permen, atau makanan bertepung. Sisa-sisa makanan ini dapat melekat pada gigi.

7. Konsumsi buah dan sayur yang dapat membersihkan gigi seperti apel, wortel, dan seledri.

8. Batasi anggur merah, kopi, dan teh.

9. Berhenti merokok.

10. Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali secara rutin.

****** (sumber: WHO)